Barcelona Vs Atletico Madrid: Jadi Cerdas dan Lapar, Barca Percaya Remontada
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, telah mengingatkan timnya untuk membuat yang mustahil menjadi mungkin menjelang leg kedua semifinal Copa del Rey kontra Atletico.
Barcelona asuhan Hansi Flick tertinggal empat gol dalam kedudukan agregat setelah kekalahan menyakitkan 0-4 dpada partai leg pertama di markas Atletico Madrid.
Leg kedua pun jadi kesempatan Barcelona untuk bangkit. Laga Barcelona vs Atletico Madrid akan digelar di Stadion Camp Nou, Selasa (3/3/2026) atau Rabu dini hari WIB.
Jelang jumpa kedua kontra Atletico di semifinal Copa del Rey, Hansi Flick mengisyaratkan bahwa gelandang bintangnya, Pedri, mungkin tidak akan bermain penuh.
Pedri masih dalam proses pemulihan cedera.
“Semua orang tahu apa yang akan terjadi besok. Kami tertinggal empat gol dan kami harus membuat yang mustahil menjadi mungkin," ujar Flick dilansir dari Football Espana.
"Itu adalah tujuan kami. Kami tahu ini tidak akan mudah, tetapi kami tidak akan menyerah. Penting untuk menjaga clean sheet dan kami harus percaya kami bisa melakukannya.”
Pelatih Barcelona asal Jerman Hansi Flick bereaksi di laga Liga Spanyol antara Sevilla FC dan FC Barcelona di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di Seville pada 5 Oktober 2025.
Barcelona Lapar Mencetak Gol
Pelatih asal Jerman itu ditanya apakah kunci memenangkan laga melawan Atletico adalah menghindari perasaan terlalu bersemangat untuk mencetak gol pembuka.
Satu hal yang pasti, Flick ingin timnya menghindari kehilangan bola di situasi yang berisiko terlebih dahulu.
“Selalu lebih baik untuk memikirkan gol pertama terlebih dahulu. Kami harus cerdas. Kami akan lapar untuk mencetak gol, dan saya ingin melihat semangat itu."
"Kami melihat tim yang sama sekali berbeda di pertandingan terakhir, banyak intensitas dalam permainan. Kami harus bermain bersama, sebagai tim. Itu adalah kuncinya,” tutur Flick menyinggung kemenangan 4-1 Barca atas Villarreal di pentas LaLiga.
“Kami selalu ingin memainkan gaya kami. Kami telah memikirkan segala sesuatu yang bisa terjadi dan memberi kami keuntungan."
"Kami telah bermain dengan sangat baik, juga melawan Villarreal, lawan yang sangat bagus. Tetapi kami harus bermain sebagai unit, dengan dan tanpa bola."
"Kami harus menekan mereka dan memenangkan duel satu lawan satu. Terutama untuk menghindari kehilangan penguasaan bola melawan tim yang melakukan transisi seperti itu.”
Pertandingan melawan Atletico di Copa del Rey ini tidak akan menampilkan peningkatan kapasitas Camp Nou menjadi 60.000 tempat duduk.
Sebab, Dewan Kota kembali menolak permohonan Barcelona untuk membuka tribune keempat mereka.
“Anda selalu harus percaya, jelas. Semua penggemar di stadion akan mendukung kami. Kami memiliki contoh yang baik, melawan Dortmund. Kami akan mencetak dua gol di setiap babak."
"Kami tahu ini sulit karena lawan sangat fantastis dan mereka menyakiti kami banyak di pertandingan terakhir, tetapi saya pikir kami bisa melakukannya.”
Walau begitu, kemungkinan Barca akan menyambut kembalinya ultras tim yang terkenal dengan yel-yel penyemangat mereka.
Klub mengupayakan kembalinya sejumlah kelompok suporter di stadion setelah 18 bulan absen.
“Bagi saya, penting bahwa semua orang yang ingin mendukung kami dapat melakukannya selama pertandingan. Kami perlu membangun koneksi yang sempurna antara tim dan penggemar. Kami menyukainya.”
Flick Kenang Remontada Melawan PSG
Pelatih Jerman itu menyatakan bahwa satu-satunya kesempatan di mana Barcelona berhasil bangkit dari ketertinggalan empat gol adalah melawan Paris Saint-Germain pada tahun 2017 di Liga Champions.
Mereka menang 6-1 di leg kedua dan keberhasilan membalikkan keadaan itu lantas dikenal dengan istilah remontada.
“Saya tidak memikirkan masa lalu atau masa depan. Hal terpenting adalah besok. Ya, kami tahu sejarahnya, tetapi tugas kami adalah tampil baik besok. Kami tidak tampil baik di pertandingan terakhir, dan kami ingin melihat versi terbaik kami dan kami ingin melihat dukungan semua orang.”
Flick tidak akan mengungkapkan apakah dia akan menunjukkan video motivasi kepada para pemain.
“Saya tidak akan mengatakan karena itu masalah pribadi. Saya tidak berpikir saya pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya, tetapi saya tidak takut.”
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang