Tarawih Berhadiah di Masjid Al Huda Ngruki, Strategi agar Saf Terjaga

Tarawih Berhadiah, Masjid Al Huda, Masjid Al Huda Ngruki, Tarawih Berhadiah di Masjid Al Huda Ngruki, Strategi agar Saf Terjaga, Motivasi kegiatan Tarawih Berhadiah, Respons jemaah Masjid Al Huda , Sumber hadiah, Pengalaman pertama gelar Tarawih Berhadiah

Masjid Al Huda Ngruki, Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, menyambut Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 dengan mengadakan program Tarawih Berhadiah.

Setelah tiga tahun berturut-turut menggelar program Kampung Ramadhan, tahun ini pengurus masjid menghadirkan konsep baru berupa undian bagi jemaah shalat tarawih.

Melalui unggahan akun Instagram @masjidalhudangruki.id Minggu (22/2/2025), terlihat para jemaah memasukkan kupon ke dalam galon undian setelah menunaikan shalat tarawih.

Dalam unggahan tersebut tampak pamflet Tarawih Berhadiah yang menyertakan gambaran hadiah berupa peralatan elektronik sampai sepeda. 

Lantas, apa tujuan Masjid Al Huda Ngruki mengadakan program ini? 

Motivasi kegiatan Tarawih Berhadiah

Pengurus Masjid Al Huda Ngruki, Nanang Mahendra, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menjaga saf shalat tetap penuh hingga akhir Ramadhan.

"Biar jamaah bisa menjaga saf belakang sampai akhir Ramadhan,” kata Nanang saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Nanang, setiap jemaah yang mengikuti shalat tarawih akan menerima satu kupon.

Kemudian, kupon-kupon itu akan diundi pada saat malam takbiran. 

“Setiap pulang shalat tarawih dikasih kupon lalu diisi dan dimasukkan ke kotak. Kita undi pas acara takbiran,” ujarnya.

Respons jemaah Masjid Al Huda 

Menurut Nanang, respons jemaah terhadap program tersebut cukup baik.

"Respon jamaah antusias," ungkap Nanang. 

Terhitung hingga hari ke-10, saf shalat tarawih di Masjid Al Huda Ngruki masih penuh.

"Dalam 10 hari ini masih aman saf sampai belakang," imbuhnya.

Dengan demikian, jalannya program Tarawih Berhadiah ini sesuai dengan tujuan awal yakni menjaga shaf tetap penuh. 

Sumber hadiah

Dalam program ini panitia menyediakan berbagai hadiah, antara lain mesin cuci dan sepeda. 

Selain itu di dalam brosur, ada juga hadiah berupa penanak nasi, sepeda, kipas angin, dan sejumlah hadiah lainnya.

Nanang menegaskan bahwa hadiah yang disediakan berasal dari donasi sponsor.

Pihak pengurus masjid tidak menggunakan infak masjid atau proposal untuk hadiah-hadiah tersebut. 

"Sama, hadiah murni uang sponsor, bukan dari struktur proposal kegiatan atau infaq masjid," ujarnya.

Pengalaman pertama gelar Tarawih Berhadiah

Ketua Himpunan Pengusaha Laundry Indonesia Jateng itu menyebut, program Tarawih Berhadiah ini menjadi pengalaman pertama bagi panitia. 

"Baru tahun ini, karena panitia yang pegang remaja. Dulu masih bapak-bapak," kata Nanang.

Dengan demikian, panitia masih membutuhkan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya.

"Ini program pertama, jadi perlu banyak belajar untuk ke depan lebih bagus," katanya.

Selain Tarawih Berhadiah, Masjid Al Huda Ngruki juga menggelar Kampung Ramadhan selama tiga tahun belakangan. Berkaca dari program tersebut, panitia dan pengurus masjid jug

Nanang juga menyampaikan bahwa program Kampung Ramadhan yang telah berjalan selama tiga tahun sebelumnya terus mengalami pengembangan.

"Dan kampung ramadhan kita sudah berjalan 3 tahun dan alhamdulilah perkembangan sangat cepat karena hampir semua progam terdahulu kita upgrade," pungkasnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang