Brand Lokal Aksesoris Gadget Makin Kompetitif, Siap Unjuk Gigi di Pasar Global
Industri aksesoris gadget di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan pengguna smartphone, perangkat audio, hingga wearable device turut mendorong tingginya permintaan terhadap produk pendukung seperti powerbank, kabel data, earphone, headphone, dan perlengkapan teknologi lainnya. Di tengah derasnya arus produk impor, brand lokal mulai membuktikan diri mampu bersaing dari sisi kualitas maupun distribusi.
Persaingan yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya menawarkan harga terjangkau, tetapi juga menghadirkan standar mutu yang konsisten. Konsumen kini semakin kritis dalam memilih produk, memperhatikan aspek keamanan, daya tahan, hingga layanan purna jual. Kondisi ini mendorong brand dalam negeri untuk berinovasi dan memperkuat fondasi bisnisnya.
Selain kualitas produk, strategi distribusi menjadi faktor penting dalam memenangkan pasar. Model omnichannel yang menggabungkan penjualan online dan toko fisik kini banyak diterapkan. Kehadiran toko offline tidak lagi sekadar tempat transaksi, melainkan juga pusat pengalaman konsumen, konsultasi, hingga layanan servis. Pendekatan ini membantu membangun kepercayaan sekaligus loyalitas pelanggan.
Di sisi lain, membangun ekosistem bisnis menjadi langkah strategis agar pertumbuhan lebih berkelanjutan. Brand tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga memperkuat jaringan distribusi, memperluas ritel, serta menjalin kolaborasi lintas sektor. Dengan fondasi yang kuat di dalam negeri, peluang untuk merambah pasar internasional pun semakin terbuka.
Salah satu contoh brand lokal yang berkembang di industri ini adalah JETE yang tidak sekadar menghadirkan produk aksesoris gadget, tapi juga membangun pendekatan berbasis ekosistem yang mengintegrasikan distribusi, ritel, dan kanal digital. Strategi tersebut memperkuat posisinya di pasar nasional sekaligus membuka peluang ekspansi global.
Pengembangan bisnisnya tidak berhenti pada penjualan produk semata. Brand ini melihat bahwa merek teknologi perlu memiliki sistem yang terukur dan berkelanjutan. “Saya berpandangan membangun brand teknologi bukan hanya soal produk saja. Lebih dari itu, juga tentang membangun sebuah ekosistem bisnis yang berkelanjutan, terukur, dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat dan ekonomi lokal,” ujar Jhonny Thio Doran, CEO JETE dan Doran Group .
Langkah ekspansi juga mulai diarahkan ke pasar internasional melalui pembentukan entitas di Shenzhen, Tiongkok, sebagai salah satu pusat manufaktur teknologi dunia. Strategi ini menunjukkan kesiapan brand lokal untuk meningkatkan skala produksi sekaligus memperluas jangkauan pasar. Penguatan jaringan ritel di berbagai kota besar Indonesia turut menjadi pijakan sebelum masuk ke tahap global.
Perubahan gaya hidup masyarakat turut memengaruhi arah inovasi produk. Kebutuhan akan perangkat wearable dan aksesoris penunjang aktivitas olahraga semakin meningkat. Menanggapi tren tersebut, brand ini memperluas portofolio produknya sekaligus membangun interaksi dengan komunitas melalui berbagai kegiatan olahraga, misalnya seperti dalam event lari.
Jhonny yang juga masuk jajaran tokoh muda inspiratif dalam daftar 40 Under 40 ini menyatakan bahwa keberhasilan brand lokal menembus persaingan pasar nasional menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh.
“Fortune 40 Under 40 bukan sekadar pencapaian diri pribadi saja. Lebih luas, ini juga menjadi pengakuan bahwa brand lokal Indonesia mampu bersaing, dan bertumbuh di panggung global nantinya,” tutup Jhonny.