Berkaca dari Adam Suseno, Mengapa Drama China Bisa Bikin Ketagihan?

drama China, Berkaca dari Adam Suseno, Mengapa Drama China Bisa Bikin Ketagihan?, Penyebab Drama China Diminati Banyak Orang, Penonton Dapat Reward Emosional, Tema Cepat Dipahami, Drama China Bisa Kurangi Stres

Adam Suseno, suami pedangdut Inul Daratista, mengaku rela merogoh kocek hingga Rp 5 juta demi bisa terus menonton drama China favoritnya.

Pengakuan itu ia sampaikan saat tampil dalam sebuah program hiburan di salah satu stasiun televisi.

Adam menuturkan, ia sampai melakukan transaksi berulang karena tak sanggup menahan rasa penasaran terhadap kelanjutan cerita.

"Ya kan penasaran, belum selesai, udah putus, waduh,'" ujar Adam, dikutip dari , Kamis (12/2/2026).

Mendengar alasan tersebut, Inul pun spontan tertawa. Ia tampak geli melihat keseriusan sang suami mengikuti alur drama yang membuatnya tak ingin berhenti menonton.

Fenomena ini rupanya bukan hanya dialami Adam. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga pernah mengaku sesekali menonton drama China saat merasa bosan.

“Masih, kadang-kadang. Kalau bosen saya cari yang pendek-pendek,” ujar Purbaya dikutip dari akun TikTok resminya @purbayayudhis, Minggu (28/9/2025).

Belakangan, drama China berdurasi singkat sekitar 5–10 menit memang ramai membanjiri lini masa media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Meski pola ceritanya kerap serupa, mulai dari janda yang bertemu CEO kaya raya, pangeran yang menyamar jadi rakyat biasa demi cinta, hingga pria yang diremehkan keluarga mertua padahal memiliki ayah sambung pengusaha sukses, tayangan ini tetap menarik banyak penonton.

Lantas, mengapa drama China bisa begitu membuat ketagihan meski alurnya terasa mirip satu sama lain?

Penyebab Drama China Diminati Banyak Orang

Psikolog Universitas Indonesia Ike Kuntoro mengatakan, drama China berdurasi singkat yang biasanya berseliweran di media sosial punya daya tarik tersendiri.

Ia menilai, terdapat faktor rewarding di balik penayangan drama China karena ada platform yang memberikan hadiah tertentu kepada penonton, seperti token yang bisa ditukar menjadi uang.

Faktor itulah yang membuat penonton betah melihat drama China bahkan mencari seri-seri berikutnya karena mendapat keuntungan secara finansial.

“Jadi, kan kita tahu bahwa orang tuh suka sesuatu pasti ada, kalau dari segi psikologi kan rewarding. Ada sesuatu yang menyenangkan,” ujar Ike kepada Kompas.com, Kamis (18/9/2025)

“Kalau kita mendapat konsekuensi yang tidak menyenangkan, malah dihukum, apa didenda kan kita jadi enggak mau mengulangi. Tapi, sebaliknya, kalau kita mendapat suatu kesenangan, sesuatu yang positif, rewarding, pasti diulangi,” tambahnya.

Ike menambahkan, menonton drama China juga memberikan penonton double reward.

Selain terhibur dengan jalan ceritanya, penonton juga merasa senang karena mendapat uang.

Ike menambahkan, daya tarik lain yang membuat banyak orang ketagihan menonton drama China karena ada platform yang menggratiskan layanan meski mengharuskan penonton melihat iklan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan strategi yang pintar dalam psikologi konsumen karena penonton cukup menonton iklan tanpa harus mengeluarkan uang untuk melihat drama China.

Penonton Dapat Reward Emosional

Ike juga menjelaskan, drama China mampu memberikan reward secara emosional karena penonton merasa senang, puas, dan terhibur setelah selesai menonton.

Terlebih, pembuat film menampilkan aktor dan aktris dengan wajah yang rupawan sehingga mata penonton menjadi nyaman.

Faktor lain yang membuat drama China begitu digandrungi adalah alur ceritanya yang relate dengan kehidupan sehari-hari.

Contohnya, ada drama yang mengisahkan gadis dari keluarga biasa-biasa saja ditolong oleh pangeran atau disukai oleh CEO kaya raya.

Ike menerangkan, cerita-cerita seperti itu melahirkan pemikiran di benak penonton bahwa di tengah dunia yang penuh ketidakadilan ternyata ada cerita yang sesuai harapan mereka.

Penonton juga akan berpikir bahwa masih ada orang baik di dunia sehingga mereka merasa nyaman.

“Bahwa ada orang kaya yang melindungi orang miskin. Jadi, mereka (penonton) cenderung untuk mengklik,” ujar Ike.

“Nah, itu jadi membuat orang akan mengulangi, akan mengklik episode-episode selanjutnya, atau bahkan menonton film selanjutnya,” tambahnya.

Tema Cepat Dipahami

Drama China yang akhir-akhir ini muncul di media sosial memang menyuguhkan tema dan alur cerita yang itu-itu saja.

Warganet sampai bisa menebak bahwa karakter utama akan bertemu dengan CEO yang menyamar sebagai orang biasa atau didekati oleh pangeran dari sebuah kerajaan.

Meski terkesan membosankan, Ike menilai, alur cerita seperti itu justru disukai karena familiar dan penonton tidak perlu banyak berpikir untuk memahami temanya.

“Kan, enggak susah, jadi, hidup sudah mumet, gitu kenapa harus kita mikir, sih?” ujar Ike.

“Ada tema yang benar-benar familiar, mereka sudah biasa dari kecil mungkin menonton itu, jadi kan langsung paham, gitu loh, tinggal menikmati detail-detailnya, gitu. Enggak usah mikirin jalan ceritanya yang jelimet,” lanjutnya.

Drama China Bisa Kurangi Stres

Di luar faktor-faktor teknis, sebagian orang rela menyisihkan waktu untuk menonton drama China untuk mengurangi stres.

Ike mengatakan, hal tersebut merupakan bagian dari negative reinforcement atau penguatan negatif.

Negative reinforcement adalah respons atau perilaku untuk menghentikan atau menghindari hasil yang buruk atau stimulus tidak menyenangkan.

Menurut Ike, penonton bisa mengurangi rasa stres, kesepian, dan bosan hanya dengan menonton drama China.

Perasaan bebas dari stres, kesepian, dan bosan yang kemudian mendorong penonton untuk kembali menyaksikan drama China.

Terlebih, drama China berdurasi singkat bisa ditonton sampai episode terakhir hanya dalam waktu 1-2 jam dan bisa dilihat saat berada di kereta atau bus.

“Jadi, ibaratnya tadi sakit kepala minum obat. Nah, ini juga gitu, stres nonton apa? Drama mini. Ya, sudah mini drama jadinya stresnya hilang. Ini prinsip negative reinforcement,” imbuh Ike.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang