Bangun Kosambi Bukukan Pra Penjualan Rp430 Miliar Sepanjang 2025, 85 Persen dari Target
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan real estat di kawasan Tangerang, Banten dengan total luas bank tanah 705 ha. CBDK fokus memenuhi permintaan pasar properti di dalam kawasan terintegrasi dengan menyediakan pusat distrik bisnis yang strategis sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal dan internasional.
Dengan visi jangka panjang, CBDK berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan berkualitas, menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik, sehingga terus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. CBDK percaya bahwa pengembangan kawasan yang berkelanjutan akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan Perusahaan dan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah.
CBDK membukukan pra penjualan sebesar Rp430 miliar sepanjang tahun 2025, setara dengan 85% persen dari target pra penjualan tahun 2025 sebesar Rp508 miliar. Capaian ini mencerminkan disiplin eksekusi Perseroan dalam menjaga kualitas pertumbuhan di tengah dinamika pasar properti yang lebih selektif sepanjang tahun.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting bagi Perseroan untuk memperkuat arah bisnis dan disiplin eksekusi di tengah kondisi industri properti yang semakin selektif.
"Sepanjang tahun 2025, CBDK membukukan pra penjualan sebesar Rp430 miliar sebagai hasil dari keputusan strategis Perseroan untuk memprioritaskan produk dan segmen dengan daya serap yang berkelanjutan, serta menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan kualitas pertumbuhan," ujar Steven dikutip dari keterangannya, Sabtu, 7 Februari 2026.
Menurutnya, dengan fondasi kawasan yang semakin matang, Perseroan telah mengaktivasi Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) sebagai sumber pendapatan berulang Perdana CBDK, yang sejak mulai beroperasi pada Agustus 2025 telah menyelenggarakan 16 event hingga akhir tahun.
"Ke depan, pipeline penyelenggaraan event di NICE diharapkan terus meningkat seiring dengan penguatan fungsi kawasan sebagai destinasi MICE. Pengembangan ekosistem ini akan semakin lengkap dengan kehadiran Hotel Hilton Jakarta PIK2 berkapasitas 271 kamar, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2027, sehingga memperkuat daya tarik kawasan dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan Perseroan," tambahnya.
Pendekatan bisnis yang terukur dan selektif memungkinkan Perseroan untuk menetapkan ekspektasi kinerja yang realistis serta selaras dengan kondisi pasar. Dengan fokus pada produk bernilai strategis dan pengelolaan penjualan yang berorientasi pada keberlanjutan, CBDK berhasil menjaga momentum bisnis sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka menengah dan panjang, khususnya di kawasan CBD PIK2. Sepanjang tahun 2025, kaveling tanah komersial menjadi kontributor utama pra penjualan CBDK, total pra-penjualan.
Segmen produk komersial mencatatkan pra-penjualan sebesar Rp83 miliar (19%), sementara segmen residensial berkontribusi sebesar Rp4 miliar (1%). Dominasi kaveling tanah komersial menegaskan daya tarik kawasan CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis yang tetap relevan bagi pelaku usaha dan investor, meskipun permintaan properti secara umum mengalami penyesuaian. CBDK memandang kondisi saat ini sebagai bagian dari fase konsolidasi strategis, di mana Perseroan lebih mengedepankan kualitas penjualan, selektivitas produk, serta optimalisasi nilai kawasan dibandingkan ekspansi agresif jangka pendek.
Dari sisi kinerja kuartalan, CBDK mencatatkan pemulihan signifikan pada kuartal IV 2025, dengan pra-penjualan mencapai Rp109 miliar, atau meningkat 309% dibandingkan kuartal III 2025. Lonjakan ini terutama didorong oleh segmen kaveling tanah komersial yang tumbuh 473% secara kuartalan menjadi Rp82 miliar, sejalan dengan meningkatnya minat terhadap lahan komersial di kawasan CBD PIK2.
Segmen residensial dan produk komersial juga mencatatkan pertumbuhan QoQ masing-masing sebesar 436% dan 57%, mencerminkan membaiknya sentimen pasar pada paruh akhir tahun. Proyek-proyek yang dipasarkan oleh CBDK sepanjang 2025 meliputi kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2, serta produk komersial seperti SOHO The Bund, Bizpark PIK2, dan Rukan Pasar Milenial. Pada segmen residensial, Perseroan memasarkan Rumah Milenial dan Permata Hijau Residences dengan pendekatan yang lebih selektif dan terfokus.
Ke depan, CBDK akan terus melangkah dengan strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan, dengan mengoptimalkan potensi kawasan CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis dan investasi. Didukung oleh mulai beroperasinya Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) sebagai sumber pendapatan berulang serta peningkatan konektivitas kawasan melalui infrastruktur strategis, Perseroan optimistis dapat memperkuat nilai kawasan, menjaga momentum bisnis, dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. Beroperasinya Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) sejak Agustus 2025 menjadi katalis strategis dalam penguatan ekosistem kawasan PIK2.
NICE dikembangkan sebagai anchor asset sektor MICE dengan total gross building area sekitar 375.000 m² yang dibangun di atas lahan ±123.000 m². Hingga akhir 2025, NICE telah menyelenggarakan 16 event berskala nasional dan internasional, dengan kapasitas pengunjung yang dapat mencapai hingga ±100.000 orang untuk event besar, serta didukung fasilitas parkir yang mampu menampung sekitar ±7.500 kendaraan. Utilisasi awal yang kuat ini menegaskan peran NICE tidak hanya sebagai fasilitas MICE, tetapi juga sebagai sumber pendapatan berulang bagi entitas anak Perseroan dan penggerak utama aktivitas ekonomi kawasan dengan multiplier effect yang luas.
Seiring dengan itu, peningkatan aksesibilitas kawasan PIK2 melalui Jalan Tol KATARAJA semakin memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi bisnis, hunian, dan MICE. Jalan tol ini menghubungkan PIK2 secara langsung dengan jaringan infrastruktur utama Jabodetabek, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan waktu tempuh sekitar 7 menit, serta didukung konektivitas transportasi publik dan akses kawasan yang semakin matang. Sinergi antara operasional NICE dan konektivitas infrastruktur tersebut diyakini akan meningkatkan arus pengunjung dan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan, memperluas peluang bisnis, serta memperkuat permintaan terhadap produk residensial dan komersial PIK2 dalam jangka menengah dan panjang. (LAN)