Menginspirasi Kisah Satpam Raih Rekor Muri Lewat 13 Karya Ilmiah

Khoirul Anam, Satpam Bank Tanjung Priok raih rekor MURI karya ilmiah terbanyak
Khoirul Anam, Satpam Bank Tanjung Priok raih rekor MURI karya ilmiah terbanyak

Di balik seragam satpam yang dikenakannya setiap hari, tersimpan kisah tentang ketekunan, pendidikan, dan kecintaan pada dunia literasi. Khoirul Anam menjadi bukti bahwa profesi tidak pernah membatasi seseorang untuk terus belajar dan berkarya. Dedikasinya tersebut mengantarkannya meraih pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai anggota satuan pengamanan dengan karya ilmiah terbanyak sebuah pencapaian yang menginspirasi banyak kalangan.

Dalam keseharian, Anam menjalankan tugas menjaga keamanan dan melayani nasabah dengan sigap di lingkungan perbankan plat merah di kawasan Tanjung Priok Jakarta Utara. ia bekerja, yakni BRI Kantor Cabang Jakarta Tanjung Priok. Namun, di sela rutinitas itu, ia konsisten menekuni dunia tulis-menulis. Seragam satpam yang melekat padanya justru menjadi saksi semangat besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan akademiknya berawal dari kebiasaan sederhana yakni menulis laporan harian tugas. Aktivitas yang sering dipandang sekadar formalitas administrasi tersebut justru menumbuhkan ketertarikan Anam untuk menyusun tulisan secara lebih sistematis dan mendalam. Dari catatan-catatan kecil itulah lahir artikel ilmiah hingga buku-buku akademik yang kemudian dipublikasikan secara nasional.

Baginya, menulis bukan hanya soal menghasilkan karya, melainkan tentang meninggalkan makna.

“Seperti sungai yang mengering namun meninggalkan alur di bebatuan, jadilah manusia yang karyanya tetap mengalir meski napas telah berhenti,” ungkap Anam, menggambarkan filosofi hidup yang terus mendorongnya untuk berkarya.

Pendidikan Tinggi di Balik Seragam Satpam

Berbeda dari anggapan umum tentang profesi pengamanan, Anam yang bekerja di BRI Cabang Tanjung Priok Jakarta memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia menempuh S1 Manajemen di Universitas Pamulang, S1 Pendidikan Agama Islam di STIT Bustanul ‘Ulum Lampung Tengah, serta meraih gelar S2 Magister Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.

Kombinasi pengalaman lapangan dan wawasan akademik membuat karya-karyanya tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Banyak tulisannya membahas disiplin kerja, etika profesi, manajemen sumber daya manusia, hingga peningkatan kompetensi aparatur pengamanan.

Dedikasi tersebut akhirnya berbuah pengakuan nasional melalui MURI Award 2026. Dengan total 13 karya ilmiah, Anam mencetak rekor perdana di dunia satuan pengamanan Indonesia dalam kategori karya ilmiah terbanyak.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Pendiri dan Ketua Yayasan MURI Jaya Suprana, didampingi Aylawati Sarwono dari Manajemen Profesional/Institut Prestasi Nasional serta Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membuka perspektif baru bahwa profesi satpam memiliki ruang besar untuk berkembang secara intelektual. Dari pos pengamanan, Anam menunjukkan bahwa semangat belajar dan menulis dapat tumbuh di mana saja.

Kisahnya diharapkan mampu memotivasi anggota satuan pengamanan di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, pelatihan, dan budaya literasi. Lebih dari sekadar rekor, perjalanan Khoirul Anam menjadi pengingat bahwa dedikasi dan konsistensi mampu melahirkan inspirasi bagi banyak orang.