Rapor Penjualan Maxus di RI Sepanjang 2025, Melempem Dibanding Denza
Persaingan mobil listrik di Indonesia semakin sengit di 2025 dengan kedatangan berbagai model baru. Beberapa merek bahkan merambah segmen mobil premium.
Salah satunya adalah Maxus. Merek tersebut masuk Indonesia sebagai Multi Purpose Vehicle (MPV) premium bertenaga listrik.
Pabrikan Jepang belum memiliki MPV mewah bertenaga listrik. Namun sudah ada satu pesaing kuat lain yakni Denza D9, produk sub merek BYD.
Sepanjang 2025, Denza berhasil mencatatkan hasil positif. Pada periode Januari-November tahun ini, penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) Denza tembus 7.047 unit.

Denza baru punya satu model yakni D9. Capaian itu didapat berkat harganya yang terbilang kompetitif yaitu Rp 950 juta on the road Jakarta.
Berbanding terbalik dengan Maxus yang memboyong dua MPV listrik mewah bertenaga listrik, Mifa 7 dan Mifa 9.
Pada periode yang sama, Maxus Mifa 7 dan Mifa 9 hanya mencatatkan penjualan retail sebesar 142 unit.
Padahal Maxus memberikan dua opsi dengan harga relatif lebih rendah, mulai dari Rp 750 juta sampai Rp 800 jutaan ke atas.
Penjualan Maxus secara retail mencapai angka terendahnya di Juni 2025. Saat itu, hanya ada satu unit dikirimkan ke tangan konsumen.
Sementara capaian tertinggi Maxus adalah pada September 2025. Angka penjualan retail Maxus adalah 27 unit.
Ada beberapa hal yang mungkin berperan di balik jauhnya selisih penjualan MPV mewah antara Maxus dan BYD.
Misalnya nama besar brand. BYD dikenal secara global dan konsumen berpotensi lebih familiar, sehingga Denza D9 jadi pertimbangan pertama dalam memilih MPV bertenaga listrik.
Meskipun Maxus berada di bawah naungan Indomobil Group dengan jaringan diler lengkap, tampaknya nama merek anyar itu masih asing buat berbagai kalangan.

Maxus punya PR besar untuk mengatur strategi dalam menghadapi sengitnya persaingan mobil listrik.
Ditambah lagi di 2026 masih ada peluang sederet manufaktur menghadirkan MPV listrik di segmen premium, membuat persaingan di dalam negeri semakin ketat.
Penjualan Maxus di Indonesia Januari-November 2025 (Retail)
- Januari, 23 unit
- Februari, 8 unit
- Maret, 21 unit
- April, 3 unit
- Mei, 4 unit
- Juni, 1 unit
- Juli, 5 unit
- Agustus, 8 unit
- September, 27 unit
- Oktober, 15 unit
- November, 26 unit
Total: 142 unit