Cegah Risiko Longsor dan Erosi, Lereng Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Cibatarua Dipasangi Sistem Proteksi Longsor
Keberadaan pembangkit listrik di wilayah perbukitan tak lepas dari tantangan kondisi alam. Kontur tanah yang curam dan curah hujan tinggi kerap memicu erosi hingga longsor, yang berpotensi mengganggu operasional fasilitas vital.
Situasi itu menjadi perhatian di area Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Cibatarua, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk mengurangi risiko pergerakan tanah di sekitar lokasi, proyek proteksi lereng mulai dikerjakan dengan pemasangan sistem penguatan struktur dan rehabilitasi vegetasi.
PT Abadan Nusantara International dipercaya melaksanakan pekerjaan proteksi longsor menggunakan metode cocomesh dan hydroseeding. Pekerjaan tersebut dilakukan bersama Tamaris Group selaku pelaksana proyek yang ditunjuk pemilik PLTM.
Metode cocomesh dipasang untuk memperkuat permukaan lereng agar tanah lebih stabil dan tidak mudah tergerus air hujan. Sementara hydroseeding diterapkan dengan menyemprotkan campuran benih tanaman dan nutrisi guna mempercepat pertumbuhan vegetasi penutup tanah. Kombinasi keduanya diharapkan mampu menekan potensi erosi sekaligus memperkuat lereng secara alami.
Pendekatan ini dinilai penting karena stabilitas lahan berkaitan langsung dengan keselamatan infrastruktur pembangkit. Jika terjadi longsor, tidak hanya fasilitas yang terdampak, tetapi juga pasokan listrik bagi masyarakat sekitar bisa terganggu.
Direktur Utama PT Abadan Nusantara International, Herry Wijaya, mengatakan pekerjaan tersebut dirancang sebagai perlindungan jangka panjang bagi lereng di sekitar pembangkit.
“Pekerjaan ini dirancang untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap lereng, sekaligus mendorong pertumbuhan vegetasi yang berfungsi sebagai penguat alami tanah,” ujar herry.
Selain pemasangan di lapangan, perusahaan juga melakukan pengawasan mutu, supervisi teknis, serta pendampingan tim untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan sesuai standar keselamatan dan kaidah teknis.
Dengan sistem proteksi tersebut, operasional PLTM Cibatarua diharapkan dapat berjalan lebih aman dan berkelanjutan. Upaya mitigasi risiko ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap keandalan pembangkit energi terbarukan di daerah.