Top 12+ Klub Eropa yang Masih Berpeluang Raih Treble atau Quadruple Musim Ini

Pemain Bayern Munich, Irfan Ghafur, 12. Bayer Leverkusen, 11. Newcastle United, 10. Chelsea, 9. AS Monaco, 8. Marseille, 7. Napoli, 6. Juventus, 5. Atletico Madrid, 4. Manchester City, 3. Inter Milan, 2. Arsenal, 1. Bayern Munich
Pemain Bayern Munich, Irfan Ghafur

 Ambisi menyapu bersih trofi di satu musim selalu menjadi tolok ukur supremasi klub elite Eropa. Namun musim 2025–2026 kembali membuktikan betapa tipisnya margin kegagalan. 

Sejumlah raksasa seperti Real Madrid, PSG, dan Liverpool sudah tersingkir dari kompetisi piala, memastikan mimpi treble atau quadruple mereka kandas lebih awal.

Di tengah gugurnya para unggulan, masih tersisa 12 klub dari lima liga top Eropa yang secara matematis belum kehilangan peluang meraih seluruh gelar utama. Berikut peringkat mereka, dari yang paling kecil hingga paling besar peluangnya.

12. Bayer Leverkusen

Peluang Leverkusen praktis berada di titik nadir. Ketertinggalan 21 poin dari Bayern Munich di Bundesliga membuat kans juara liga hampir mustahil. Dengan situasi domestik yang timpang, jalan menuju sapu bersih trofi nyaris tertutup.

11. Newcastle United

Pemain Newcastle United rayakan gol

Newcastle menghadapi dua tembok besar sekaligus. Defisit dua gol di semifinal Piala Liga melawan Manchester City dan jarak 17 poin dari Arsenal di liga membuat ruang manuver mereka sangat terbatas. Peluang masih ada di atas kertas, tetapi realitas berbicara lain.

10. Chelsea

Pemain Chelsea, 12. Bayer Leverkusen, 11. Newcastle United, 10. Chelsea, 9. AS Monaco, 8. Marseille, 7. Napoli, 6. Juventus, 5. Atletico Madrid, 4. Manchester City, 3. Inter Milan, 2. Arsenal, 1. Bayern Munich

Pemain Chelsea

Chelsea berada di kategori serupa. Meski kerap tampil mengejutkan di laga besar Eropa, dua kompetisi domestik sudah berada di luar jangkauan. Liga Champions tetap terbuka, tetapi satu trofi saja sudah menjadi pencapaian besar musim ini.

9. AS Monaco

Kekalahan telak 1-6 dari Real Madrid mencerminkan kondisi Monaco saat ini. Mereka terpuruk di peringkat kesembilan Ligue 1 dan tertinggal 20 poin dari Lens. Meski belum tersingkir secara matematis, peluang menyapu gelar nyaris simbolis.

8. Marseille

Marseille memiliki satu celah realistis lewat Coupe de France, terutama setelah PSG tersingkir. Namun di Ligue 1, ketertinggalan tujuh poin dari PSG sulit dikejar. Ambisi treble mereka terhambat konsistensi domestik.

7. Napoli

Napoli juara Supercoppa Italia 2025, 12. Bayer Leverkusen, 11. Newcastle United, 10. Chelsea, 9. AS Monaco, 8. Marseille, 7. Napoli, 6. Juventus, 5. Atletico Madrid, 4. Manchester City, 3. Inter Milan, 2. Arsenal, 1. Bayern Munich

Napoli juara Supercoppa Italia 2025

Napoli kembali menunjukkan rapuhnya performa Eropa. Hasil imbang melawan FC Copenhagen yang bermain dengan sepuluh orang menegaskan posisi mereka di Liga Champions yang tidak meyakinkan. Fokus ke Scudetto menjadi jalur paling logis, sekaligus mengubur mimpi menyapu semua gelar.

6. Juventus

Pemain Juventus, 12. Bayer Leverkusen, 11. Newcastle United, 10. Chelsea, 9. AS Monaco, 8. Marseille, 7. Napoli, 6. Juventus, 5. Atletico Madrid, 4. Manchester City, 3. Inter Milan, 2. Arsenal, 1. Bayern Munich

Pemain Juventus

Juventus mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Kemenangan efisien atas Benfica membuka peluang finis di delapan besar Liga Champions. Namun selisih 10 poin dari Inter di Serie A menjadi rintangan berat untuk skenario sapu bersih.

5. Atletico Madrid

Musim Atletico kembali berjalan naik-turun. Dalam performa terbaik, mereka bisa menyulitkan siapa pun. Namun pola kegagalan menyakitkan di fase krusial Eropa masih membayangi. Potensi ada, konsistensi belum.

4. Manchester City

Pemain Manchester City rayakan gol Antoine Semenyo, 12. Bayer Leverkusen, 11. Newcastle United, 10. Chelsea, 9. AS Monaco, 8. Marseille, 7. Napoli, 6. Juventus, 5. Atletico Madrid, 4. Manchester City, 3. Inter Milan, 2. Arsenal, 1. Bayern Munich

Pemain Manchester City rayakan gol Antoine Semenyo

City tetap berada di empat kompetisi, tetapi performa mereka jauh dari kata dominan. Serangkaian hasil mengecewakan membuat mereka tampak kehilangan aura tak terkalahkan. Musim tanpa trofi terasa kecil kemungkinannya, tetapi menyapu semua gelar juga tampak jauh.

3. Inter Milan

Pemain Inter Milan, 12. Bayer Leverkusen, 11. Newcastle United, 10. Chelsea, 9. AS Monaco, 8. Marseille, 7. Napoli, 6. Juventus, 5. Atletico Madrid, 4. Manchester City, 3. Inter Milan, 2. Arsenal, 1. Bayern Munich

Pemain Inter Milan

Inter memimpin Serie A dan sudah mengamankan tiket fase gugur Liga Champions. Namun catatan buruk melawan tim kuat Eropa menimbulkan tanda tanya. Gelar domestik sangat mungkin, tetapi langkah jauh di Eropa masih perlu pembuktian.

2. Arsenal

Pemain Arsenal rayakan gol Gabriel Jesus, 12. Bayer Leverkusen, 11. Newcastle United, 10. Chelsea, 9. AS Monaco, 8. Marseille, 7. Napoli, 6. Juventus, 5. Atletico Madrid, 4. Manchester City, 3. Inter Milan, 2. Arsenal, 1. Bayern Munich

Pemain Arsenal rayakan gol Gabriel Jesus

Arsenal berada di posisi ideal. Memimpin Premier League, unggul di semifinal Piala Liga, dan memiliki jalur Liga Champions yang relatif bersahabat. Dengan skuad kian lengkap dan performa stabil, peluang quadruple terbuka, meski tekanan mental menjadi ujian terbesar.

1. Bayern Munich

Pemain Bayern Munich, 12. Bayer Leverkusen, 11. Newcastle United, 10. Chelsea, 9. AS Monaco, 8. Marseille, 7. Napoli, 6. Juventus, 5. Atletico Madrid, 4. Manchester City, 3. Inter Milan, 2. Arsenal, 1. Bayern Munich

Pemain Bayern Munich

Bayern berdiri paling kokoh. Tak terkalahkan di liga, produktivitas tinggi, dan pertahanan solid membuat Bundesliga hampir menjadi formalitas. Tantangan terbesar mereka datang dari Liga Champions, tetapi secara struktur dan pengalaman, Bayern tampak paling siap menyapu bersih trofi musim ini.