Apa Itu Kapur Tohor? Senyawa Kimia yang Digunakan untuk Cegah Hujan di Lokasi Longsor di KKB

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menempuh langkah darurat untuk mendukung proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menggunakan metode penyemaian kapur tohor atau Kalsium Oksida ($CaO$).
Langkah ini diambil menyusul cuaca ekstrem berupa hujan deras yang terus mengguyur wilayah KBB, sehingga menghambat petugas dalam mencari puluhan korban yang masih tertimbun material longsor.
Upaya Percepatan Evakuasi di Desa Pasirlangu
Peristiwa longsor di Cisarua Bandung Barat yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tersebut membawa dampak kerusakan yang masif. Data terbaru mencatat sedikitnya 22 orang meninggal dunia, 30 rumah terkubur, dan sekitar 70-an orang masih dalam status pencarian.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa modifikasi cuaca ini dilakukan berdasarkan arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, bekerja sama dengan BMKG dan BNPB.
"Tujuannya agar proses pencarian dan evakuasi korban di Desa Pasirlangu bisa berjalan lancar. Ini adalah upaya yang berbasis keilmuan," ujar Herman, Minggu (25/1/2026).
Mengenal Metode Kapur Tohor dalam Modifikasi Cuaca
Operasi pencarian korban longsor pada hari kedua di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat dihentikan, Minggu (25/1/2026) sore.
Direktur Operasi dan Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa dalam operasi ini pihaknya menerapkan dua metode utama. Fokus utamanya adalah mengganggu pertumbuhan awan hujan agar tidak jatuh di lokasi bencana."Pertama, jika awan tumbuh di wilayah daratan, maka dilakukan upaya mengganggu pertumbuhan awan dengan bahan semai kapur tohor atau $CaO$," kata Budi.
Secara teknis, kapur tohor adalah senyawa kimia berbentuk padatan putih atau keabu-abuan yang menyerupai batu gamping.
Dalam dunia meteorologi, senyawa ini dipilih karena sifatnya yang eksotermis yakni mengeluarkan panas atau kalor saat bereaksi dengan uap air.
Cara Kerja Kapur Tohor
- Mencegah Hujan:Peningkatan Suhu: Panas yang dihasilkan kapur tohor meningkatkan suhu di dalam awan.
- Gangguan Stabilitas: Kenaikan suhu tersebut mengganggu stabilitas atmosfer di dalam gumpalan awan.
- Awan Pecah: Akibat gangguan tersebut, pertumbuhan awan terhambat atau bahkan pecah, sehingga hujan batal turun di area yang diproteksi (lokasi bencana).
Efektif Mengatasi Polusi dan Kabut Asap
Selain untuk menunda hujan pada kondisi darurat bencana, penggunaan metode penyemaian kapur tohor sebelumnya sudah terbukti efektif dalam menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta polusi udara.
Pada Karhutla Kalimantan tahun 2019, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT saat itu, Tri Handoko Seto, menyebutkan bahwa kapur tohor digunakan untuk mengurai kabut asap yang pekat.
"Radiasi matahari yang terhalang asap membuat proses penguapan terhambat dan awan susah terbentuk. Dengan penaburan kapur tohor, konsentrasi asap berkurang sehingga awan terbentuk," jelas Seto pada September 2019 lalu.
Setelah asap terurai dan awan mulai tumbuh, barulah dilakukan penyemaian dengan garam atau Natrium Klorida ($NaCl$) untuk memicu hujan buatan.
Manfaat Bagi Lahan Gambut
Selain fungsi atmosferik, Seto menambahkan bahwa sisa-sisa kapur tohor yang jatuh bersama air hujan memiliki dampak positif bagi lingkungan bawah.
"Kapur tohor itu justru kalau jatuh ke lahan gambut bersama hujan akan meningkatkan pH gambut. Malah membuat lahan gambut itu semakin bagus," pungkasnya.
Kini, fokus utama tim gabungan di Kabupaten Bandung Barat adalah memastikan intensitas hujan berkurang secara signifikan agar alat berat dan tim SAR dapat memaksimalkan pencarian 70 korban hilang di Desa Pasirlangu.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Apa Itu Kapur Tohor dalam Modifikasi Cuaca di Cisarua Bandung Barat setelah Longsor?
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang