Garuda Jaya Tumbangkan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi dalam Duel Lima Set Penuh Drama di Proliga 2026

Jakarta Garuda Jaya di Proliga 2026
Jakarta Garuda Jaya di Proliga 2026

 Laga penuh tensi tersaji saat Garuda Jaya sukses membuat kejutan besar dengan menaklukkan juara bertahan Bhayangkara Presisi. Pertandingan yang berlangsung ketat hingga lima set itu berubah menjadi panggung pembuktian bagi Garuda Jaya, sekaligus pukulan telak bagi Bhayangkara yang datang dengan status favorit.

Sejak awal pertandingan Proliga 2026, kedua tim langsung bermain agresif. Aksi saling serang dan reli panjang membuat duel berlangsung sengit, seolah tak ada tim yang mau mengalah begitu saja.

Bhayangkara sempat menunjukkan mental juara mereka pada set kedua dan ketiga. Tim asuhan Reidel Toiran bangkit dan mengambil alih kendali permainan dengan kemenangan 25-18 dan 25-21. Strategi menekan lebih dulu terbukti efektif.

Distribusi bola dari Nizar Zulfikar berjalan mulus. Ia berulang kali memanjakan Agil Angga dan Yudha Mardiansyah yang sukses menghujam pertahanan Garuda Jaya lewat spike keras dan terukur.

Momentum pun sempat berada di tangan Bhayangkara. Memasuki set keempat, Bhayangkara bahkan melesat jauh dan unggul 13-7. Situasi tersebut membuat mereka terlihat semakin percaya diri untuk menutup laga lebih cepat.

Namun, Garuda Jaya tak menyerah. Perlahan tapi pasti, mereka memangkas jarak. Pertahanan makin rapat, serangan lebih efektif, dan kesalahan sendiri berhasil ditekan. Skor sempat imbang 17-17, lalu kembali ketat di 22-22.

Tekanan justru berbalik arah. Bhayangkara kehilangan ritme, sementara Garuda Jaya bermain lebih tenang di poin-poin krusial. Set keempat akhirnya direbut Garuda dengan skor 25-22, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Set kelima menjadi klimaks laga. Kedua tim saling kejar angka sejak awal. Kedudukan 7-7 menandakan betapa tipis jarak kekuatan mereka. Namun Garuda Jaya tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang terakhir.

Smash tajam dan blok rapat membawa mereka menjauh sebelum akhirnya memastikan kemenangan 15-12.

Skor akhir 3-2 menegaskan kejutan besar. Juara bertahan dipaksa tumbang, sementara Garuda Jaya keluar sebagai pemenang dalam duel dramatis.

Pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, tak menampik timnya tampil di bawah standar. Ia mengakui kondisi fisik beberapa pemain menjadi kendala.

"Beberapa pemain kurang sehat," kata Toiran.

Hasil ini menjadi alarm serius bagi Bhayangkara Presisi sekaligus suntikan kepercayaan diri besar untuk Garuda Jaya. Kemenangan atas juara bertahan membuktikan mereka bukan sekadar pelengkap kompetisi, melainkan penantang nyata di papan atas.