Gagal Temukan Ritme, Bhayangkara Presisi Jadi Bulan-bulanan LavAni di Proliga 2026

Lavani Puncaki Klasemen Akhir Putaran Pertama Proliga 2026
Lavani Puncaki Klasemen Akhir Putaran Pertama Proliga 2026

Jakarta Bhayangkara Presisi dipaksa menelan pil pahit saat melakoni lanjutan Proliga 2026 seri kelima di Kota Malang. Berharap membawa pulang poin penting, Bhayangkara justru tampil di bawah performa terbaik dan tak mampu keluar dari tekanan LavAni sepanjang pertandingan.

Alih alih menyajikan duel ketat, laga di GOR Ken Arok itu berjalan berat sebelah. LavAni tampil lebih siap, solid, dan konsisten, sementara Bhayangkara seperti kehilangan arah permainan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasilnya, Bhayangkara Presisi tumbang tiga set langsung dengan skor 0-3, masing masing 19-25, 17-25, dan 21-25.

Sejak set pertama, LavAni langsung menekan lewat servis agresif dan pertahanan rapat. Serangan Bhayangkara kerap mentok di blok lawan, bahkan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang membuat jarak poin cepat melebar.

Masuk set kedua, situasi tak banyak berubah. Koordinasi antarpemain Bhayangkara terlihat belum padu. Build up serangan kurang rapi, receive goyah, dan transisi bertahan ke menyerang berjalan lambat. LavAni pun leluasa mengontrol tempo permainan.

Perlawanan baru terlihat di set ketiga. Bhayangkara sempat memberi tekanan dan menjaga selisih angka tetap tipis. Namun saat momen krusial, konsentrasi kembali buyar dan LavAni sukses mengunci kemenangan.

Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, mengakui timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dari sisi performa kolektif.

"Kami fokus membenahi performa permainan ya, kerja sama sesama pemain," kata Reidel dalam keterangannya yang dikutip Proliga.

Ia menilai kekompakan dan koordinasi menjadi kunci yang belum maksimal. Saat menghadapi tim sekelas LavAni yang disiplin dan minim kesalahan, celah kecil saja langsung berujung poin untuk lawan.

Bhayangkara juga disebut masih mencari racikan komposisi terbaik. Rotasi pemain dan pola permainan terus dicoba, tetapi belum memberikan dampak signifikan di laga ini.

Di sisi lain, LavAni tampil nyaris tanpa cela. Permainan mereka stabil dari awal hingga akhir, servis menekan, pertahanan solid, dan penyelesaian akhir efektif. Kombinasi itulah yang membuat Bhayangkara kesulitan menemukan ritme.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekalahan ini menjadi alarm serius bagi Bhayangkara Presisi jika ingin tetap bersaing di papan atas klasemen Proliga 2026. Dengan persaingan yang makin ketat, evaluasi cepat dan perbaikan menyeluruh mutlak dilakukan.

Tim pelatih pun memastikan hasil buruk di Malang akan dijadikan bahan pembelajaran agar performa tim bisa bangkit pada pertandingan berikutnya.