Rencana Barcelona Rekrut Bek di Bursa Transfer Musim Dingin 2026
Barcelona tengah menyiapkan strategi untuk memperkuat skuad asuhan Hansi Flick pada bursa transfer musim dingin 2026.
Fokus utama Blaugrana adalah mendatangkan bek tengah baru dan seorang penyerang, meski kondisi keuangan klub saat ini masih menjadi tantangan.
Manajemen disebut mempertimbangkan opsi pemain bebas transfer, terutama untuk posisi bek tengah, agar dana besar bisa dialokasikan bagi perekrutan penyerang.
Dalam beberapa pekan terakhir, nama-nama seperti Ibrahima Konate dan Marc Guehi sempat dikaitkan dengan Blaugrana.
Namun, opsi paling realistis adalah Nico Schlotterbeck, bek Borussia Dortmund yang kontraknya akan habis akhir musim ini.
Dilansir dari Diario Sport, menyebut bahwa minat Barcelona terhadap Schlotterbeck semakin meningkat.
Bek berusia 24 tahun itu disebut ragu memperpanjang kontraknya bersama Dortmund, membuka peluang besar bagi Blaugrana untuk merekrutnya secara gratis.
“Schlotterbeck belum berkomitmen untuk menandatangani kontrak baru dengan Borussia Dortmund,” tulis laporan Sport.
Celah di Lini Belakang
Kehilangan Inigo Martinez yang pindah ke Al-Nassr pada bursa transfer 2025 membuat Flick kekurangan opsi di posisi bek tengah kiri.
Selama ini, ia harus memaksakan Pau Cubarsi dan Andreas Christensen untuk mengisi posisi tersebut, meski keduanya bukan pilihan alami.
Karena itu, rekrutan seperti Nico Schlotterbeck dianggap ideal untuk menutup lubang di lini belakang.
Selain itu, Blaugrana juga memantau Goncalo Inacio dari Sporting CP, namun banderol tinggi membuatnya sulit dijangkau.
Bek Portugal Goncalo Inacio saat membela Sporting CP pada Liga Portugal melawan Vitoria Guimarae di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, 20 Maret 2021.
Bila Schlotterbeck benar-benar hengkang dari Dortmund tanpa perpanjangan kontrak, Barcelona disebut siap “menerkam” kesempatan tersebut.
Evaluasi Usai Kekalahan di Liga Champions
Kebutuhan memperkuat lini belakang semakin mendesak setelah kekalahan Barcelona dari Paris Saint-Germain di Liga Champions.
Gol telat Goncalo Ramos memanfaatkan kelemahan pertahanan Blaugrana menjadi tamparan keras bagi Hansi Flick.
Dalam konferensi pers usai laga, Flick menegaskan bahwa timnya harus lebih disiplin.
"Para pemain harus belajar bertahan, menyerang, dan memanfaatkan ruang selevel dengan PSG,” kata Flick.
Frustrasi terbesar Flick adalah lemahnya manajemen tim di menit-menit akhir.
Hal serupa juga pernah menghantui Barcelona musim lalu di Liga Spanyol, ketika mereka kebobolan gol penentu saat menghadapi Inter Milan dan Atletico Madrid.