Lawan Dejan/Bernadine, Jafar/Felisha Fokus Perbaiki 3 Hal Ini

Jafar Hidayatullah, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Denmark, Kristoffer Kolding, Mette Werge, Lawan Dejan/Bernadine, Jafar/Felisha Fokus Perbaiki 3 Hal Ini

Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, memulai perjuangannya di Indonesia Masters 2026 dengan kemenangan meyakinkan.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melawan wakil Denmark, Kristoffer Kolding/Mette Werge, di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Dalam waktu 36 menit, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menang dua game langsung dengan skor 21-14, 21-19.

Meski kemenangan diraih, Jafar/Felisha mengakui masih banyak aspek permainan yang harus diperbaiki sebelum menghadapi babak 16 besar.

Permainan awal Jafar/Felisha berjalan mulus, mereka memimpin 13-2 di gim pertama.

Namun, tekanan dari pasangan Denmark muncul ketika Kristoffer Kolding/Mette Werge mulai menyerang.

Di gim kedua, Jafar/Felisha sempat tertinggal 3-8 sebelum akhirnya membalikkan keadaan menjadi 21-19.

"Enggak mudah. Enggak mudah," kata Jafar Hidayatullah dalam rilis PBSI yang diterima oleh KOMPAS.com.

"Kami juga mainnya kurang apa ya... masih kurang maksimal, masih banyak yang harus diperbaiki.

"Terus juga mereka lumayan baik main hari ini, jadi ya enggak mudah aja sih. Makanya tadi sempat ramai (ketat)," lanjutnya.

Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu mengakui bahwa pasangan lawan melakukan perubahan strategi di gim kedua, yang membuat mereka sempat kesulitan menyesuaikan permainan.

Selain itu, kondisi angin yang berubah memaksa Jafar/Felisha melakukan penyesuaian tambahan, sementara aspek non-teknis lain juga masih perlu mendapat perhatian lebih.

"Dari lawan ada perubahan permainan, terus kami juga lambat mengantisipasi perubahan permainannya," timpal Felisha.

"Lalu ada perubahan kondisi angin juga, juga bikin kami penyesuaian lagi, terus juga, ya secara non-teknisnya aja sih yang perlu diperhatiin terus."

3 Fokus Perbaikan Jelang Lawan Dejan/Bernadine

Jafar/Felisha menegaskan fokus mereka ke depan adalah mengurangi kesalahan sendiri dan cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan serta pola lawan.

"Kurangin mati sendiri aja, terus juga cepat adaptasi aja sih sama kondisi lapangan, pola lawan, kalau berubah, itu aja sih," tegas Jafar.

Untuk babak 16 besar, pasangan Indonesia akan menghadapi rekan senegara, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana.

Jafar menilai laga ini sebagai kesempatan untuk mempertahankan ritme permainan.

Pebulu tangkis kelahiran Tangerang pada 9 Januari 2003 itu menegaskan akan fokus pada strategi permainan atau game plan yang telah disusun.

"Lawan Dejan, good luck, have fun aja. Recovery kondisi, kalau pola ya udah sama-sama tahu lah, latihan bareng kan. Jadi tahu kelemahan kelebihannya," kata Jafar Hidayatullah.

"Ya atur napas, terus fokus pada game plan. Ya udah biarin aja lawan mau main gimana, mau semangat menggebu-gebu apa, tapi kita fokus ke arah strategi kita dan fokus poin."

Target Juara di Tanah Sendiri

Meskipun menatap laga demi laga, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu memasang target tinggi untuk turnamen kandang ini.

"Target pasti juara ya, cuma ya balik lagi step by step aja," ujar Jafar.

"Dari babak awal juga tadi enggak mudah kan, daripada mikirin nanti, ini malah tertekan sendiri. Jadi nikmatin step by step," pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang