Sadio Mane Ingin Pensiun, Pelatih Senegal: Negara Ini Tak Setuju, Kami Ingin Mempertahankannya Selama Mungkin

Sadio Mane usai Senegal Tekuk Maroko di Final Piala Afrika
Sadio Mane usai Senegal Tekuk Maroko di Final Piala Afrika

 Keputusan Sadio Mane untuk mengakhiri karier internasionalnya selepas Piala Dunia 2026 mengejutkan publik Senegal. 

Polemik itu mencuat tepat setelah Senegal menjuarai Piala Afrika. Di tengah euforia gelar kedua sepanjang sejarah mereka, pelatih kepala Pape Thiaw justru menyampaikan sikap yang kontras dengan pernyataan sang kapten.

Sadio Mane, yang kini berusia 33 tahun, menegaskan bahwa Piala Afrika edisi 2026 adalah penampilan terakhirnya di ajang tersebut. Ia menyatakan akan tetap membela tim nasional hingga Piala Dunia FIFA 2026, sebelum sepenuhnya mundur dari tugas internasional.

Ekspresi Sadio Mane usai Senegal Juara Piala Afrika 2026

Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah final dramatis melawan Maroko, laga yang berakhir dengan kemenangan 1-0 Senegal lewat perpanjangan waktu.

Final tersebut sendiri berlangsung dalam tensi tinggi. Senegal sempat ingin meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan penalti untuk Maroko, sebelum akhirnya kembali melanjutkan pertandingan. 

Mane menjadi sosok yang mendesak timnya menyelesaikan laga. Penalti Maroko gagal, dan Senegal akhirnya memastikan gelar lewat gol Pape Gueye saat perpanjangan waktu.

Merespons hal tersebut, Pelatih Senegal, Pape Thiaw menyatakan tidak menyetujui rencana pensiun Mane. Thiaw menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak sepenuhnya berada di tangan sang pemain.

“Negara ini tidak setuju, dan saya juga tidak setuju,” ujar Thiaw dikutip dari ESPN Senin 19 Januari 2026.

Ia menilai Mane bukan sekadar milik tim nasional, melainkan representasi rakyat Senegal. Sosok yang, menurutnya, memberi teladan lewat pengorbanan, kerendahan hati, dan dedikasi tanpa syarat.

"Kami ingin mempertahankannya selama mungkin. Dia mewakili Afrika, dunia, dan ketika kami mengatakan itu adalah keputusannya, itu bukan hanya miliknya, dia milik rakyat Senegal, dan mereka ingin melihatnya terus melanjutkan tugasnya,” kata Thiaw.

Thiaw juga mengingatkan bagaimana Mane memainkan peran sentral dalam keberhasilan Senegal di turnamen ini. Selain membantu terciptanya gol kemenangan di final, Mane mencetak gol penting di semifinal melawan Mesir. 

Meski demikian, arah masa depan Mane tetap berada di tangannya. Ia disebut ingin memusatkan perhatian pada karier klub setelah Piala Dunia. 

Saat ini, Mane bermain untuk Al-Nassr di Arab Saudi dan masih terikat kontrak hingga Juni 2026. Dengan usia yang akan menginjak 34 tahun, fase akhir karier menjadi pertimbangan realistis.