Daftar 6 Jenis Burung dari China dan Rusia yang Migrasi ke Tulungagung

burung, BBKSDA, Tulungagung, burung migrasi, migrasi burung, Daftar 6 Jenis Burung dari China dan Rusia yang Migrasi ke Tulungagung

 Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mencatat setidaknya ada enam jenis burung dari luar Indonesia yang migrasi ke wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Jenis-jenis burung migrasi itu diketahui habitatnya berasal dari kawasan belahan bumi utara, seperti China dan Rusia.

Hal itu terungkap saat BBKSDA Jawa Timur bersama mahasiswa Mapala Himalaya Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung melakukan pengamatan burung migrasi di area persawahan Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

Daftar Enam Jenis Burung Migrasi di Tulungagung

Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri BBKSDA Jawa Timur, Ahmad David Kurnia Putra mengatakan tercatat ada enam jenis burung migrasi yang singgahi wilayah Tulungagung selama musim dingin di habitat asalnya kawasan belahan bumi utara, seperti China dan Rusia.

Adapun enam jenis burung migrasi yang dimaksud antara lain:

  1. Trinil Pantai
  2. Trinil Semak
  3. Kicut Kerbau
  4. Cerek Kernyut
  5. Cerek Kalung Kuning
  6. Terik Asia.

"Burung-burung ini bermigrasi ke wilayah tropis untuk beristirahat dan mencari makan saat habitat aslinya memasuki musim dingin," ujar David dikutip dari Antara.

Periode Migrasi Burung dan Lokasi yang Dipilih

Ia menjelaskan, periode migrasi burung berlangsung sejak sekitar September-Oktober dan diperkirakan berakhir pada Maret-April.

Hal itu ditandai dengan mulai tumbuhnya bulu berbiak sebagai persiapan kembali ke habitat asal untuk berkembang biak.

Selama berada di Tulungagung, burung migrasi umumnya memilih area persawahan yang tergenang air atau memasuki masa awal tanam, karena menyediakan sumber pakan yang melimpah.

Jenis Burung Migrasi Paling Banyak Terik Asia

David menyebut burung Terik Asia menjadi jenis yang paling banyak dijumpai dengan jumlah individu yang dapat mencapai ribuan ekor dalam satu petak sawah.

Pihaknya akan terus melihat perkembangan populasinya. Apabila jumlah Terik Asia masih banyak dalam tiga tahun, maka Tulungagung akan diusulkan menjadi jalur terbang migrasinya.

"Kami terus memantau populasinya. Jika selama tiga tahun berturut-turut jumlahnya stabil dan tinggi, akan kami usulkan sebagai jalur terbang migrasi burung Terik Asia," pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang