Detik-detik TNI Selamatkan 18 Pekerja Freeport dari Ancaman OPM
Operasi senyap TNI berlangsung menegangkan di wilayah pegunungan Papua. Sebanyak 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang terjebak selama tiga hari akhirnya berhasil dievakuasi dari Pos Tower 270, wilayah rawan dengan ancaman kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Berdasarkan keterangan resmi Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema TNI, Mayjen TNI Lucky Avianto, operasi penyelamatan dilakukan dalam kondisi sangat berisiko, dengan medan ekstrem dan ancaman tinggi.
“Operasi penyelamatan ini dilaksanakan di tengah medan yang sangat sulit dengan tingkat ancaman tinggi serta keterbatasan waktu sebagai faktor krusial,” kata Lucky dalam keteranganya, Senin, 12 Januari 2026.
Dalam situasi tersebut, TNI menegaskan kehadiran negara melalui langkah-langkah terencana, terukur, dan profesional, sehingga seluruh pekerja dapat diselamatkan tanpa menimbulkan korban.
“Pergerakan pasukan dilakukan secara senyap dengan menembus medan ekstrem pegunungan pada ketinggian lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan pasukan darat, Satgas TNI juga mengerahkan dukungan udara demi menjaga kondisi para pekerja tetap stabil selama operasi berlangsung. Bantuan obat-obatan dan logistik disalurkan menggunakan drone kargo di tengah keterbatasan akses darat.
Setelah dua hari operasi, Satgas TNI berhasil menguasai kembali Pos Tower 270, yang merupakan bagian dari Objek Vital Nasional, sekaligus mengevakuasi seluruh pekerja dalam kondisi aman dan terkendali.
“Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan dan profesionalisme TNI dalam menjalankan Tugas Pokok TNI dalam melindungi segenap bangsa dari segala ancaman,” kata dia.
Keberhasilan operasi ini sekaligus menunjukkan kesiapan TNI menghadapi tantangan keamanan di wilayah rawan, serta komitmen negara dalam melindungi pekerja dan objek vital nasional di Papua.