Penjualan Daihatsu 2025 Kuasai Posisi Kedua Meski Pasar Tertekan
Untuk ke 17 kalinya Daihatsu berhasil mempertahankan gelar pabrikan mobil terlaris kedua di Indonesia pada 2025. Pencapaian ini merupakan catatan positif mengingat tahun lalu pasar otomotif sangat tertekan.
Berdasarkan data yang diberikan, Daihatsu berhasil membukukan penjualan ritel 137.835 unit. Jumlah tersebut sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yaitu sebesar 168.263 unit.
Itu artinya penjualan Daihatsu sepanjang 2025 mengalami koreksi sebesar 30.428 unit. Selisih tersebut tentu bakal menjadi catatan perusahaan agar bisa kembali tumbuh di 2026.
Terlebih di 2026 diperkirakan penjualan kendaraan masih belum pulih dan bisa mempengaruhi banyak bidang.

Sepanjang 2025, Daihatsu mengandalkan kedua mobil Low Cost Green Car (LCGC) yaitu Sigra dan Ayla untuk mendorong penjualan. Keduanya berhasil terjual sebanyak 47.901 unit serta menguasai market share 36,6 persen di segmen tersebut.
Kemudian Terios juga berhasil mencatatkan angka cukup baik karena penjualannya sebesar 15.557 unit. Jumlah tersebut cukup untuk menguasai 12 persen total pasar Low SUV di Tanah Air.
Kemudian Gran Max series yang duduk di segmen Commercial Low juga mencatatkan hasil positif. Model ini berhasil terjual sebanyak 61.871 unit.
Jumlah itu terdiri atas Gran Max Pick Up yang membukukan 43.199 unit (pangsa pasar sekitar 58% di segmen Pick Up Low). Sementara untuk versi Minibus 18.672 unit (pangsa pasar sekitar 92% di segmen Semi Commercial).
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan Daihatsu. Pencapaian ini menjadi penguat konsistensi perusahaan dalam mempertahankan posisi nomor 2 penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut,” ungkap Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor.

Dirinya pun berkomitmen untuk terus menghadirkan lebih banyak produk dan layanan di 2026. Langkah tersebut tentu menjadi sangat penting agar penurunan penjualan tidak lagi terjadi.
Selain itu sejumlah program juga akan tetap diberikan guna memudahkan pelanggan melakukan pembelian kendaraan di masa depan.