Microsoft Akuisisi Osmos, Perkuat Dominasi Bisnis AI dan Data
Raksasa teknologi, Microsoft, mengumumkan rencana akusisi platform rekayasa data berbasis kecerdasan buatan (AI), Osmos. Langkah strategis ini memperkuat ambisi perusahaan dalam mempercepat pemanfaatan data dan kecerdasan buatan (AI) di tingkat enterprise.
Akuisisi Osmos menjadi bagian dari pengembangan Microsoft Fabric, platform analitik terpadu milik Microsoft yang berpusat pada OneLake sebagai data lake utama. Melalui teknologi agentic AI, Osmos mampu mengubah data mentah menjadi aset siap analitik dan AI secara lebih otomatis, efisien, dan terintegrasi.
Pengambilalihan ini dirancang untuk menyederhanakan proses pengolahan data yang kompleks dan memakan waktu. Sehingga Microsoft Fabric memungkinkan pelanggan Kemudahan ini mengurangi biaya operasional dan mempermudah pelanggan untuk menghubungkan, mempersiapkan, menganalisis, dan berbagi data di seluruh organisasi.
Microsoft juga menyoroti masih banyak organisasi menghadapi tantangan umum, seperti data yang masih tersebar di mana-mana dan lamanya proses pengolahan data karena dilakukan secara manual. Banyak tim teknisi menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk mempersiapkan data daripada menganalisisnya.
Ilustrasi kecerdasan buatan (AI).
"Dengan akuisisi Osmos, kami mengambil langkah menuju masa depan di mana agen AI otonom bekerja berdampingan dengan manusia," demikian keterangan tertulis perusahaan dikutip dari website resmi Microsoft pada Selasa, 6 Januari 2026.
Bergabungnya tim Osmos ke dalam Microsoft Fabric menghadirkan agen AI yang mampu menangani alur kerja rekayasa data secara otonom. Integrasi ini bertujuan mempercepat pengembangan pengalaman data yang lebih sederhana, intuitif, dan siap AI bagi pelanggan Microsoft di seluruh dunia.