Modifikasi Yamaha Xmax Hedon, Biayanya Senilai Dua Innova Zenix
Yamaha Xmax muncul sebagai primadona baru para pencinta otomotif. Kini banyak modifikasi yang disematkan pada produk Maxi tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh modifikator asal Aceh. Ia menyulap motor matik gambot itu menjadi sangat hedon dengan mengusung konsep premium racing.
“Bisa dibilang ini yang tidak diubah hanya bagian rangka sama kabel bodi,” ungkap In Greath Sitepu alias Ucok, pemenang The King of Maxi di Jakarta.
Ucok mengungkapkan bahwa Yamaha Xmax miliknya mengalami banyak ubahan. Seperti pada bagian tampilan dari ujung depan hingga belakang.

Seluruh bodi dicat ulang dengan teknik airbrush. Mengusung tema helm Arai Ogura seri GP Motegi di Jepang.
Didominasi kelir biru dengan grafis-grafis tajam. Membuat Yamaha Xmax tersebut tampil sangat nyentrik.
“Kalau ditanya yang paling sulit perubahannya, itu ada pada airbrush. Karena detail warna dan gradasi biru perlu ketelitian serta finishing lebih,” lanjut dia.
Selanjutnya agar semakin manis, Ucok menggunakan karbon Kevlar pada sejumlah bagian bodi Yamaha Xmax.
Beberapa komponen titanium pun diberikan. Semisal pada bordes kaki sampai baut-baut di seluruh bodi.
Kemudian untuk sistem penerangan, ia menyematkan lampu Bi-LED yang dipadukan dengan DRL.
Beralih ke bagian bawah, kaki-kaki Yamaha Xmax satu ini dibekali dengan suspensi RSC Racing di depan. Sementara di belakang memakai monoshock YSS milik Yamaha Tmax.
Sistem pengereman tidak kalah mahal. Sebab ia menggunakan cakram ganda RSV Racing, kaliper Brembo GP4-MS 108 serta Brembo 2P Nickel.
Pelek Yamaha Xmax milik ia mengandalkan merek MFZ berkelir emas. Dibalut ban Pirelli Diablo Rosso Scooter di depan dan belakang.
Di sisi lain, tidak hanya tampilan yang dipoles oleh Ucok. Namun sektor jantung mekanis juga tidak luput dari sentuhan tangannya.
Ia mengaku beberapa komponen didatangkan langsung dari luar negeri. Semisal Crankcase mesin berbahan dasar full billet buatan Tanutong dan blok mesin billet S90 asli Thailand.
“Ini mahal di crankcase juga, harganya bisa Rp 100 jutaan lebih,” lanjut dia.

Sementara kepala silinder mesin CNC, ECU menggunakan Aracer RC Super 2 dan bak CVT billet Tanutong. Tidak ketinggalan dry clutch bikinan Reveno.
Demi menambah kesan mewah dari Yamaha Xmax miliknya, Ucok menyematkan emas seberat 45,25 gram dan 47,64 gram yang dibentuk sebagai logo Yamaha.
Dengan berbagai modifikasi di atas, ia harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliar. Biaya tersebut dapat digunakan untuk membeli dua unit Toyota Innova Zenix bagi tim mendang-mending.