Isak Terancam Absen Berbulan-bulan, Arne Slot Nilai Tekel Sliding Van de Ven Terlalu Ceroboh
Kemenangan Liverpool atas Tottenham Hotspur harus dibayar mahal. Penyerang anyar The Reds, Alexander Isak, dipastikan akan menepi cukup lama setelah mengalami cedera serius akibat tekel keras dalam laga tersebut.
Pelatih Liverpool Arne Slot mengonfirmasi bahwa Isak berpotensi absen selama dua bulan atau bahkan lebih. Cedera itu dialami Isak setelah menerima tekel sliding dari bek Tottenham, Micky van de Ven, dalam laga yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Liverpool.
Isak sempat mencetak gol sebelum akhirnya harus ditarik keluar. Liverpool kemudian mengumumkan bahwa pemain asal Swedia itu menjalani operasi akibat cedera pergelangan kaki yang disertai patah tulang fibula di kaki kirinya.
Slot tidak menutupi kekecewaannya atas insiden tersebut. Ia menilai tekel Van de Ven sebagai tindakan yang terlalu berisiko dan berpotensi mencederai lawan.
“Ini akan menjadi cedera yang panjang, sekitar beberapa bulan. Ini sangat mengecewakan untuknya dan tentu saja untuk kami,” kata Slot dikutip BBC Sport.
Pelatih asal Belanda itu juga membandingkan tekel Van de Ven dengan kartu merah yang diterima Xavi Simons dalam laga yang sama.
Arne Slot mengatakan bahwa dirinya sudah banyak membahas tekel Xavi Simons, yang menurutnya benar-benar tidak disengaja dan kecil kemungkinan menyebabkan cedera serius pada pemain lawan.
Namun, Slot menilai tekel yang dilakukan Micky van de Ven berbeda. Ia menyebut bahwa jika tekel tersebut dilakukan berulang kali, maka peluang terjadinya cedera serius akan sangat besar.
Menariknya, Van de Ven justru lolos dari hukuman wasit, berbeda dengan Simons yang harus menerima kartu merah setelah terlambat menginjak betis bek Liverpool, Virgil van Dijk.
Di sisi lain, pelatih Tottenham Hotspur Thomas Frank secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penilaian Slot. Ia membela anak asuhnya dan menilai Van de Ven sebagai pemain yang fair serta memiliki jiwa kompetitif tinggi.
Frank menilai bahwa situasi tersebut terlihat lebih buruk karena posisi kaki Alexander Isak saat menembak. Menurutnya, Isak menancapkan kakinya tepat di area benturan sehingga membuat insiden tampak lebih parah dari yang sebenarnya.
Ia juga menegaskan bahwa reaksi Van de Ven merupakan naluri alami seorang bek yang berusaha mencegah terjadinya gol. Frank bahkan menyebut bahwa jika seorang bek tidak melakukan upaya tersebut, maka naluri bertahannya patut dipertanyakan.
Selain itu, Frank mengungkapkan bahwa kedua pemain telah menyelesaikan persoalan tersebut secara pribadi, yang menurutnya menjadi sinyal positif bahwa tidak ada masalah berkepanjangan.
Pandangan serupa turut disampaikan mantan bek Liverpool Jamie Carragher. Meski mengakui cedera yang dialami Isak sebagai pukulan besar bagi Liverpool, Carragher menilai tekel Van de Ven masih berada dalam batas wajar dalam konteks permainan.
Carragher mengatakan bahwa jika dirinya berada di posisi Van de Ven, ia kemungkinan besar juga akan melakukan tekel serupa demi memblok tembakan lawan. Menurutnya, masalah utama dalam insiden tersebut terletak pada gerakan lanjutan setelah tekel dilakukan.
Ia menilai bahwa Van de Ven tidak memiliki pilihan lain selain mencoba memblok tembakan, karena membiarkan striker melepaskan tembakan bebas dalam situasi tersebut bukanlah opsi bagi seorang bek.
Carragher menyebut cedera Isak sebagai nasib buruk, terlebih karena sang penyerang baru mulai menunjukkan kualitas terbaiknya bersama Liverpool.
Absennya Isak membuat Slot dipusingkan dengan minimnya opsi di lini depan. Mohamed Salah masih membela Mesir di Piala Afrika, sementara Cody Gakpo baru pulih dari cedera otot dan berpeluang tampil saat Liverpool menjamu Wolves akhir pekan ini.
Jeremie Frimpong sudah kembali dari cedera hamstring dan disebut siap menjadi starter. Namun Slot menegaskan tidak akan menarik Harvey Elliott dari masa peminjamannya di Aston Villa.
“Tidak, Harvey adalah pemain Aston Villa dan rencananya dia di sana selama satu musim. Jika ada pertanyaan soal dia, lebih baik ditanyakan ke Villa,” tegas Slot.
Di tengah perdebatan, sejumlah pengamat menilai insiden tersebut lebih mengarah pada benturan alami dalam sepak bola. Van de Ven melakukan gerakan memblok ke arah bola, sementara cedera Isak terjadi karena kaki sang striker tertanam di antara kaki lawan saat melepaskan tembakan.
Situasi ini dinilai berbeda dengan tekel berbahaya yang secara langsung menghantam kaki tumpuan pemain, seperti cedera parah Luke Shaw di Liga Champions 2015 silam. Meski begitu, cedera Isak tetap menjadi kerugian besar bagi Liverpool, yang kini harus memutar otak menjaga konsistensi di tengah padatnya jadwal kompetisi.