Top 11+ Ciri Kecerdasan Menurut Profesor Psikologi, Lao Tzu, dan Stephen Hawking

Kecerdasan tidak selalu identik dengan nilai akademik atau kemampuan berhitung cepat.
Ahli saraf kognitif menjelaskan bahwa kecerdasan juga tercermin dari cara otak memproses informasi, mengelola emosi, serta beradaptasi terhadap situasi baru.
Orang dengan kecerdasan tinggi umumnya memiliki rasa ingin tahu kuat, mampu berpikir fleksibel, dan tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan.
Pandangan serupa muncul dari sejumlah tokoh besar dunia, seperti Stephen Hawking, Lao Tzu, dan Socrates.
Lantas, apa ciri kecerdasan menurut mereka?
Ciri orang cerdas, apa saja?
Ini beberapa ciri orang cerdas menurut pakar dan beberapa tokoh dunia:
1. Bisa membaca sejak dini
Dilansir dari Business Insider, dalam studi tahun 2014, para peneliti meneliti hampir 2.000 pasangan anak kembar identik di Inggris dan menemukan bahwa saudara yang belajar membaca lebih awal cenderung memperoleh skor lebih tinggi dalam tes kemampuan kognitif.
Penulis studi tersebut menyimpulkan bahwa kebiasaan membaca sejak usia dini dapat meningkatkan kemampuan verbal maupun nonverbal (termasuk kemampuan penalaran), bukan sebaliknya.
2. Mudah khawatir
Individu yang cenderung mudah cemas bisa memiliki keunggulan dalam bentuk kecerdasan tertentu dibandingkan mereka yang lebih santai.
Pada 2015, Slate menghimpun sejumlah studi yang meneliti hubungan antara kebiasaan khawatir dan kecerdasan.
Dalam salah satu studi tahun 2015 yang diterbitkan di jurnal Personality and Individual Differences, peneliti meminta 126 mahasiswa mengisi kuesioner tentang seberapa sering mereka merasa khawatir.
Mereka juga diminta melaporkan seberapa sering melakukan rumination, yakni memikirkan secara berulang aspek-aspek situasi yang membuat mereka terganggu atau tertekan.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang sering khawatir dan banyak merenung cenderung memperoleh skor lebih tinggi pada ukuran kecerdasan verbal. Sebaliknya, mereka yang jarang khawatir atau merenung justru mencetak skor lebih tinggi pada tes kecerdasan nonverbal.
Sementara itu, studi yang lebih baru pada 2018 yang diterbitkan di jurnal Intelligence menemukan bahwa anggota Mensa lebih berpeluang didiagnosis mengalami gangguan suasana hati, ADHD, atau autisme dibandingkan rata-rata populasi nasional.
3. Selalu penasaran
Tomas Chamorro-Premuzic, profesor psikologi bisnis di University of London, menulis sebuah artikel untuk Harvard Business Review yang membahas bagaimana curiosity quotient (CQ) atau tingkat rasa ingin tahu, serta memiliki “pikiran yang lapar”, membuat seseorang menjadi lebih gemar bertanya dan menyelidiki.
4. Sedikit berantakan
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Science oleh Kathleen Vohs dari Carlson School of Management, University of Minnesota, mengungkapkan bahwa bekerja di ruangan yang tidak rapi justru dapat memicu kreativitas.
Selain itu, sebuah studi tahun 2015 dari University of Groningen, Belanda, menemukan bahwa lingkungan yang tidak tertata mendorong orang menjadi lebih berorientasi pada tujuan.
Temuan ini menunjukkan bahwa manusia secara naluriah terdorong untuk mencari keteraturan dalam hidupnya.
Karena itu, ketika dihadapkan pada kekacauan fisik, seseorang cenderung termotivasi menciptakan rasa keteraturan yang lebih abstrak dengan mengejar tujuan yang jelas dan terdefinisi dengan baik.
5. Anda night owl
ilustrasi night owl.
Ilmuwan evolusi Satoshi Kanazawa menemukan bahwa waktu tidur seseorang mungkin berkaitan dengan kemampuan otaknya.Dalam sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan di jurnal Personality and Individual Differences, Kanazawa meneliti hubungan antara IQ masa kanak-kanak dan kebiasaan tidur pada ribuan remaja.
Hasilnya menunjukkan bahwa remaja dengan IQ lebih tinggi cenderung tidur lebih larut dan bangun lebih siang, baik pada hari sekolah maupun akhir pekan.
6. Lucu atau humoris
Dalam sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan di jurnal Intelligence, sebanyak 400 mahasiswa psikologi mengikuti tes kecerdasan yang mengukur kemampuan penalaran abstrak dan kecerdasan verbal.
Selanjutnya, mereka diminta membuat keterangan atau teks lucu untuk sejumlah kartun The New Yorker, dan hasilnya dinilai oleh penilai independen.
Sesuai prediksi, mahasiswa yang lebih cerdas dinilai lebih lucu dibandingkan yang lain.
7. Berpikiran terbuka
“Individu yang secara medis sehat dan memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi umumnya cenderung lebih terbuka terhadap pengalaman dan gagasan baru,” ujar Joel Frank, PsyD, seorang psikolog dari Sherman Oaks, California, kepada The Healthy.
Mereka juga lebih ingin tahu dan berupaya memahami mekanisme di balik cara sesuatu bekerja.
Sebuah studi tahun 2016 yang mengikuti lebih dari 5.000 orang selama sekitar 50 tahun menemukan bahwa anak-anak dengan kecerdasan tinggi tetap terbuka terhadap ide-ide baru seiring pertumbuhan mereka.
8. Suka menyendiri
Bukan berarti bahwa seseorang dengan tingkat kecerdasan tinggi adalah penyendiri total, tetapi mereka cenderung lebih menghargai waktu untuk menyendiri.
Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa orang dengan IQ tinggi merasa kurang puas ketika terlalu sering berfokus pada kegiatan bersosialisasi dengan teman.
9. Kemampuan beradaptasi dengan perubahan
Stephen Hawking, fisikawan teoretis dan kosmolog Inggris terkemuka yang terkenal karena karyanya tentang lubang hitam dan asal-usul alam semesta mengatakan, "Kecerdasan adalah kemampuan beradaptasi dengan perubahan."
Maknanya, orang dengan kecerdasan lebih tinggi biasanya memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan situasi atau kondisi di hidupnya.
10. Tidak sok pintar
Sedangkan Socrates pernah mengatakan, "I know that I am intelligent, because I know that I know nothing (saya tahu saya cerdas, karena saya tahu kalau pengetahuan saya terbatas).”
Hal ini memiliki makna, kebijaksanaan sejati ditandai oleh sadar akan keterbatasan pengetahuan sendiri.
Dalam artian, orang yang benar-benar cerdas tidak pernah merasa "sok pintar" karena mereka sadar masih banyak hal yang belum mereka ketahui.
11. Memahami diri sendiri
Lao Tzu, filsuf Tiongkok kuno yang dianggap sebagai pendiri Taoisme, pernah mengatakan, "Knowing others is intelligence; knowing yourself is true wisdom (mengenal orang lain adalah kecerdasan, mengenal diri sendiri adalah kebijakan).”
Maknanya, kecerdasan bukan hanya memahami orang lain, tapi yang lebih tinggi adalah memahami diri sendiri.
Nah itulah 11 tanda kecerdasan dari pakar dan beberapa filsuf dunia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang