Kemkomdigi Sediakan Layanan Internet di 10 Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

Menkomdigi, Meutya Hafid
Menkomdigi, Meutya Hafid

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, layanan darurat ini diberikan untuk menyambungkan kembali konektivitas warga yang terputus sejak banjir.

"Ketika jaringan komunikasi terputus, SATRIA-1 hadir sebagai penyelamat. Dengan cara ini, warga dapat kembali terhubung meskipun infrastruktur konektivitas sedang mengalami gangguan," kata Meutya Hafid, dalam keterangannya, dikutip Selasa, 2 Desember 2025.

Banjir bandang terjang Sri Lanka

Sementara itu Meutya menerangkan, layanan internet berbasis satelit SATRIA-1 dirancang untuk menjangkau wilayah 3T dan daerah yang sulit diakses, termasuk saat terjadi bencana besar.

Kemudian Meutya meminta masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan memanfaatkan layanan akses internet ini untuk mendapatkan informasi resmi dari pemerintah.

Tim BAKTI Komdigi bersama BNPB, Tim SAR, TNI telah melakukan mobilisasi perangkat ke titik layanan internet dan ditargetkan dapat dioperasikan dalam waktu dekat, pada Minggu, 30 November 2025 

Adapun 10 lokasi pemasangan layanan internet SATRIA-1 diantaranya;

1. Bandara Pinangsori/Dr. Fredric Lumban Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara.

2. SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara.

3. Dekat Masjid Baitul Gafur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

4. Command Center, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

5. Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh

6. Kota Langsa, Provinsi Aceh 

7. Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

8. Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

9. Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat.

10. UPT BNPB Regional Sumatera Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat

Untuk diketahui, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperluas dukungan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Langkah tanggap darurat ini dilakukan untuk memastikan jaringan komunikasi tetap berfungsi di tengah kondisi infrastruktur yang masih rusak dan akses darat yang belum pulih.

EVP Telkom Regional 1 (Sumatra) Dwi Pratomo Juniarto mengatakan bahwa penambahan fasilitas komunikasi darurat menjadi prioritas agar masyarakat, relawan, dan instansi penanganan bencana dapat tetap terhubung selama masa tanggap darurat.

“Situasi di lapangan masih cukup menantang bagi tim teknis TelkomGroup. Karena itu, layanan satelit menjadi backup yang bisa diandalkan agar masyarakat tetap memiliki akses komunikasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 1 Desember 2025.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan darurat, Telkom melalui Telkomsat menyalurkan layanan satelit Mangostar untuk enam posko bencana di tiga provinsi terdampak. Kehadiran satelit tersebut dimaksudkan untuk mendukung koordinasi petugas, tim SAR, pemerintah daerah, serta warga terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian.

Korban Banjir-Longsor Aceh Minta Tolong ke Raja Thailand dan Brunei

Longsor Aceh Minta Tolong ke Raja Thailand dan Brunei

Selain layanan satelit, Telkom juga mengaktifkan dan memperluas penggunaan IP radio serta jaringan cadangan lainnya yang telah lebih dulu disiagakan. Langkah ini diklaim menjadi komponen penting dalam mempercepat normalisasi akses komunikasi di wilayah terdampak.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur teknis, TelkomGroup juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun akses kebutuhan pokok pascabencana.

Untuk memastikan akses digital tetap tersedia, Telkom membuka layanan WiFi gratis di tujuh titik strategis, meliputi kantor Witel Sumut, kantor Witel Banda Aceh, kantor STO Sigili, kantor Witel Sibolga, kantor Witel Sumbar, kantor STO Talu, dan sejumlah titik posko darurat.

Layanan ini dapat digunakan masyarakat untuk mengakses informasi, menghubungi keluarga, hingga memantau perkembangan penanganan bencana.

Di sisi infrastruktur inti, proses pemulihan jaringan terus dilakukan. Sejumlah ruas fiber optik yang sempat terputus telah berhasil dipulihkan, bersama beberapa titik Sentral Telepon Otomat (STO) yang kembali aktif.

tvOnenews.com/A.R Safira