Amorim Heran, Performa Dorgu di MU Tak Setenang Saat Bermain untuk Timnas Denmark

Ruben Amorim, Patrick Dorgu, Manchester United, Man United, Timnas Denmark, Man United vs Crystal Palace, man united vs crystal palace, Crystal Palace vs Man United, Amorim Heran, Performa Dorgu di MU Tak Setenang Saat Bermain untuk Timnas Denmark

Ruben Amorim mengaku dirinya sering merasakan kecemasan saat Patrick Dorgu tengah menguasai bola ketika bermain untuk Manchester United (MU).

Meski begitu, Ruben Amorim menegaskan Patrick Dorgu masih memiliki “banyak waktu” untuk berkembang di Manchester United.

Dorgu belum tampil konsisten sejak datang dari Lecce sebagai rekrutan pertama Ruben Amorim di MU pada Februari 2025 lalu dengan harga 25 juta poundsterling.

Ketika ditanya tentang performa Dorgu dan Diogo Dalot, Amorim menjelaskan bahwa apa yang ia lihat di latihan berbeda dari yang terjadi di pertandingan.

“Ketika saya melihat mereka (Dorgu dan Dalot) berlatih, mereka tampil jauh lebih baik daripada di pertandingan,” ujar pelatih Man United itu, dilansir dari The Guardian, Sabtu (29/11/2025).

Amorim menyoroti bagaimana decision making Dorgu di level internasional bersama Timnas Denmark jauh lebih tenang. Hal serupa juga ia rasakan saat melihat Dorgu masih bermain di Liga Italia bersama Lecce.

“Lalu Patrick (Dorgu), ketika saya melihatnya bermain untuk tim nasional, dia mencetak gol hebat melawan Skotlandia (bulan ini), keputusan yang dia buat di bawah tekanan sangat berbeda (untuk menendang bola dengan tenang) dengan keputusan yang dia buat di tim kami."

"Anda bisa merasakan kecemasan setiap kali Patrick menyentuh bola. Saya bisa merasakannya, kecemasan itu,” terang Amorim.

Tekanan Laga Buat Dorgu Sulit Tampil Optimal

Ruben Amorim, Patrick Dorgu, Manchester United, Man United, Timnas Denmark, Man United vs Crystal Palace, man united vs crystal palace, Crystal Palace vs Man United, Amorim Heran, Performa Dorgu di MU Tak Setenang Saat Bermain untuk Timnas Denmark

Ekspresi pelatih Ruben Amorim pada pertandingan pramusim bertajuk Premier League Summer Series 2025 di Soldier Field, Chicago, Kamis (31/7/2025) pagi WIB.

Amorim menyinggung peluang emas Dorgu dalam kekalahan 1-0 dari Everton sebagai contoh situasi yang seharusnya bisa dimanfaatkan sang pemain.

“Saya ingat tendangannya melawan Everton (menarik bola melebar),” katanya.

“Padahal itu lebih mudah daripada keputusan yang harus dia buat (melawan) Skotlandia – dan saya melihat (kualitasnya) ketika dia bermain di Italia. Tapi sekali lagi, di sini (United) berbeda dan terkadang tekanannya berat bagi mereka di awal, tetapi dia punya waktu untuk berkembang.”

Ia menegaskan bahwa tugasnya adalah memahami konteks yang dialami para pemain tersebut dan membantu mereka keluar dari tekanan.

“Mereka jauh dari performa terbaik mereka, dan mereka tahu itu. Seperti banyak pemain di tim kami, seperti saya. Saya hanya melihat mereka, dan berpikir mereka masih punya banyak hal untuk diberikan,” ujarnya. Amorim berharap pekan ini ada peningkatan signifikan.

Masalah Pertahanan Masih Jadi PR Besar MU

Menjelang duel Man United vs Crystal Palace di Liga Inggris, Amorim juga ditanya mengenai rapuhnya pertahanan MU setelah kebobolan 19 gol dari 12 pertandingan.

Ia menjelaskan bahwa struktur permainan tim sering membuat mereka kekurangan bek tengah murni.

“Salah satunya adalah Luke Shaw [bek kiri], terkadang kami punya Noussair Mazraoui dan Luke Shaw, jadi kami bermain dengan satu bek tengah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Amad Diallo bukan bek sayap alami meski kadang harus bermain di posisi tersebut.

Amorim menegaskan bahwa lini belakang MU harus membenahi performanya.

“Kami sangat lemah di dekat kotak penalti. Jadi kami perlu meningkatkannya di pertandingan-pertandingan terakhir, terutama melawan Nottingham,” ujarnya.

Ia menyoroti banyaknya umpan silang yang dibiarkan terjadi serta buruknya tekanan tim dalam beberapa momen. Bahkan ketika Everton bermain dengan 10 orang, MU tetap kebobolan dari “satu-satunya tembakan tepat sasaran” lawan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang