Legenda MU Sebut Man United Bisa Juara, asal...
Legenda Manchester United (MU) menyebut mantan timnya bisa jadi tim kuat dan kembali masuk persaingan gelar Liga Inggris, asalkan satu aspek krusial bisa dipenuhi.
Manchester United sejatinya sempat mencatat rangkaian hasil positif pada periode Oktober hingga November musim 2025-2026.
Bruno Fernandes dan rekan-rekannya melewati lima laga beruntun tanpa kalah, termasuk kemenangan atas Liverpool serta Brighton & Hove Albion.
Raihan itu membuat para pendukung yakin bahwa United mulai menemukan ritme. Namun, optimisme itu langsung memudar setelah Setan Merah tumbang 0-1 dari Everton pada pekan ke-12.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena terjadi di Old Trafford dan dialami saat mereka bermain dengan 10 pemain.
Kekalahan itu sekaligus menghambat posisi mereka kini tertahan di peringkat ke-12 klasemen Liga Inggris, membuat peluang menembus lima besar sementara kembali menjauh.
Man United kini punya kesempatan bangkit saat menghadapi Crystal Palace di Selhurst Park. Duel Crystal Palace vs Man United kick-off pada Minggu (30/11/2025) pukul 19.00 WIB.
Pesan Owen Hargreaves untuk Amorim
Menjelang laga tersebut, mantan gelandang Manchester United, Owen Hargreaves, memberikan pandangannya terkait situasi klub.
Hargreaves, yang menjadi bagian skuad juara Liga Champions 2008, menilai bahwa United membutuhkan konsistensi untuk bisa kembali bersaing di papan atas.
Ia menegaskan bahwa konsistensi adalah fondasi utama bagi tim yang ingin menjadi juara.
"Itulah yang dimiliki oleh tim-tim hebat, konsistensi, dan itulah yang pada akhirnya membuat kalian menjadi juara," ujar Hargreaves kepada TNT Sports.
Ia kemudian membandingkan United dengan tim-tim besar lain di liga.
"Saya pikir jika kita melihat tim-tim hebat saat ini, baik itu City atau Liverpool, Arsenal saat ini, mereka konsisten."
Penyerang Manchester United Matheus Cunha merayakan gol pembuka bersama Bryan Mbeumo dan Amad Diallo pada laga Liga Inggris antara Manchester United dan Brighton dan Hove Albion di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada tanggal 25 Oktober 2025.
Menurutnya, masalah terbesar United adalah ketidakstabilan performa.
"Mereka punya beberapa momen bagus, tapi lebih banyak momen buruk."
Hargreaves menilai performa United sebenarnya cukup baik saat menghadapi Tottenham, meski pertandingan berjalan liar sebelum berakhir 2-2.
Kekalahan dari Everton juga dianggap sebagai pukulan telak, terutama karena United bermain dengan 10 orang dan tidak mampu menciptakan banyak peluang.
“Saya tahu Everton mencetak gol kelas dunia, tapi menurut saya itu mungkin lebih mengecewakan semua orang karena terasa seperti United mulai sedikit lebih konsisten,” tambahnya.
Sistem Amorim dan Tantangan Konsistensi
Walaupun sistem permainan dikenal fleksibel, Amorim mendapat sorotan karena tetap mempertahankan pendekatan taktiknya di United.
Pelatih asal Portugal itu terus mengandalkan skema 3-4-3 atau 3-4-2-1.
Gagasannya itu dibantu oleh rekrutan baru seperti Bryan Mbuemo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko yang memperkuat lini depan.
Sebelum kekalahan dari Everton, Man United bahkan mencetak 12 gol dari lima laga, menandakan potensi besar yang bisa dioptimalkan jika konsistensi benar-benar diwujudkan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang