Memaksimalkan Y-Shift Yamaha NMax Turbo di Antara Merapi–Merbabu

 PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing kembali menggelar event tahunan Editor on Wheel (26–27 November 2025) yang melibatkan beberapa editor media otomotif nasional termasuk KatadataOTO. Kali ini perjalanan mengambil jalur Yogyakarta menuju Semarang via Kopeng–Salatiga.

"NMAX "TURBO" kita pilih sebagai kendaraan utama yang digunakan oleh para Editors, karena punya banyak sekali fitur yang mendukung performa dan kenyamanan touring seperti YECVT, sistem navigasi, posisi kaki yang rileks, dan performance damper pada varian TechMAX yang meningkatkan kualitas handling" jelas Rifky Maulana, PR Public Relation, YRA & Community Manager PT YIMM.

Yamaha NMax Turbo kembali digunakan dalam touring santai namun melewati jalan dengan medan cukup menarik dengan cuaca hujan hampir sepanjang perjalanan pada hari pertama menuju Salatiga. Dan di sini KatadataOTO merasa justru saat yang tepat untuk memaksimalkan penggunaan sistem YECVT (Yamaha Electric Continuous Variable Transmission) pada motor ini.

Untuk diketahui, sistem ini sudah tidak menggunakan roller mekanis pada sistem CVT pada umumnya. Motor listrik (ECVT motor) menjadi penggerak maju–mundur primary sheave dengan kontrol Transmission Control Unit (TCU), artinya rasio transmisi berubah otomatis tergantung bukaan gas dan kondisi jalan.

Yamaha Nmax

Pengemudi bisa mengintervensi kerja sistem ini melalui fitur Y-Shift. Secara manual dapat menentukan 3 tingkat percepatan sesuai kebutuhan dan feeling berkendara, khusus untuk mengubah tingkat deselerasi atau engine brake serta kemudian melesat saat berakselerasi, juga guna menahan kecepatan untuk membantu pengereman.

Sistem ini juga punya 2 pilihan mode pengendaraan: T-Mode untuk penggunaan harian atau S-Mode jika ingin performa sport atau respons gas lebih galak.

Jalur Kaliurang menuju Kopeng dengan cuaca hujan dan berkabut menjadi menu pertama perjalanan. Tanjakan–turunan panjang dan jalan basah justru menjadi ajang memanfaatkan fitur Y-Shift secara maksimal.

Hampir setiap masuk tikungan dan kemudian menanjak, KatadataOTO memanfaatkan engine brake secara manual dengan menurunkan 2 hingga 3 tingkat percepatan (sesuai kebutuhan). Di jalan basah kami mencoba mengurangi kerja sistem pengereman ABS dengan melakukan engine brake demi menjaga putaran mesin agar momentum melewati jalan menanjak bisa dilakukan dengan tenaga mesin maksimal.

Yamaha Nmax

Demikian juga saat melewati turunan-turunan panjang. Engine brake bisa dilakukan secara manual sesuai kebutuhan sehingga secara sistematis menopang kinerja pengereman.

Jujur saja KatadataOTO menemukan kesenangan tersendiri saat memaksimalkan Y-Shift selama perjalanan. Karena selain membuat perjalanan menjadi mudah, suara deru mesin saat engine brake membawa kenikmatan tersendiri.

Gaya pengendaraan di atas tentu bisa dilakukan dalam 2 pilihan mode T atau S-Mode. Dan tidak hanya di area pegunungan atau tanjakan dan turunan saja, pada jalan-jalan datar atau perkotaan sistem ini juga bisa dimanfaatkan guna melakukan manuver melewati kendaraan seperti yang kami temui menjelang dan saat masuk kota Semarang.

Perjalanan kemudian berakhir di Yamaha DDS Semarang di Jl. Pemuda. Catatan perjalanan Yogyakarta–Semarang pada Editor on Wheel volume 2 kali ini, total jarak tempuh 160 km dengan konsumsi BBM rata-rata 40-an km per liter.