Daihatsu Sebut Total Angka Penjualan Mobil Baru 2025 Tembus Segini

 Pasar mobil baru di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Sepanjang 2025, penjualan bisa dibilang sepi peminat.

Hingga Oktober 2025, total penjualan mobil baru secara ritel baru mencapai 660.659 unit saja. Sedangkan target dari Gaikindo sendiri berada di angka 850 ribu unit.

Pemasaran kendaraan anyar di Indonesia mencetak hasil cukup baik pada Oktober 2025. Total retail sales mobil baru mencapai 74.720 unit.

Angka Oktober meningkat tajam dari satu bulan sebelumnya berada di 63.752 unit. Namun tidak lebih tinggi dari pencapaian Maret 2025 yakni 76.765 unit.

Diskon Daihatsu Xenia di GJAW 2024

“Harapan kami semoga marketnya bisa naik di sisa 2 bulan ini. Kurang lebih market bisa sekitar 810 – 815, maksimum mungkin di 820 kalau market total,” ucap Sri Agung Handayani, Marketing and Corporate Communication Director PT ADM (Astra Daihatsu Motor) di Jakarta (27/11).

Nominal yang disebutkan di atas dengan asumsi penjualan mobil baru terus berada di 70 ribuan setiap bulan.

Banyak orang menaruh harapan pada ajang GJAW 2025. Dikarenakan pada pameran tersebut, sejumlah merek menebar program penjualan yang menarik.

Meskipun berdasarkan pandangan mata tim KatadataOTO yang berada di ICE, BSD City, Tangerang, pameran tersebut tidak lebih baik dari GIIAS 2025.

Meskipun pencapaian pameran terasa kurang maksimal, namun secara umum penjualan akhir tahun mengalami peningkatan.

“Biasanya seasional indeks bagus di Desember. Harapannya bisa mendukung,” jelas Agung di sela sesi konferensi pers Daihatsu Indonesia Masters 2026 (27/11).

Bicara penjualan tahun depan, Daihatsu berharap makroekonomi Indonesia membaik. Sehingga muncul lapangan kerja baru.

LCGC Mulai Ditinggalkan

Sebagai mobil murah LCGC (Low Cost Green Car) sejak awal memang mengincar konsumen first buyer. Kendaraan ini mampu menyerap banyak masyarakat bawah.

Namun belakangan pasar LCGC terus tergerus. Bahkan pada tahun ini penurunannya semakin besar.

“Paling besar itu LCGC karena tinggal 16.3 persen. Padahal dulunya bermain di 21.4 persen,” tutur Agung.

Lebih jauh disebutkan selain LCGC, pasar LMPV dan SUV Medium juga mengalami penurunan penjualan.

Hanya SUV Premium dan kendaraan niaga atau pikap yang mengalami kenaikan penjualan. Secara tidak langsung tersirat bahwa mobil-mobil baru hanya menjangkau kalangan atas saja.