Akselerasi Pengurangan Emisi Karbon, 7 Kawasan Industri di Bawah Holding BUMN Danareksa Lakukan Ini

Kawasan Industri Wijayakusuma.
Kawasan Industri Wijayakusuma.

 PT Danareksa (Persero) atau Holding BUMN Danareksa bersama tujuh kawasan industri anggota Holding menegaskan komitmen dalam menggenjot operasional berkelanjutandan mengurangi emisi karbon. 

Corporate Secretary & CSR Holding BUMN Danareksa, Agus Widjaja, mengatakan, hal tersebut salah satunya dilakukan dengan melakukan aksi penanaman 10.000 bibit pohon serentak di tujuh kawasan industri. 

Yaitu, Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Kawasan Industri Makassar (KIMA), Kawasan Industri Medan (KIM), dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) pada akhir pekan lalu (21/11).

“Penanaman 10.000 pohon ini merupakan kontribusi nyata Holding BUMN Danareksa dalam mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas udara di lingkungan kawasan industri. Aksi nyata ini merupakan komitmen kami untuk membangun ekosistem industri yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar agus dikutip dari keterangannya, Senin, 24 November 2025.

Agus mengatakan bahwa program ini menjadi bagian dari roadmap keberlanjutan Danareksa yang menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas utama. Melalui pengurangan jejak karbon di seluruh kawasan industri, peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), implementasi konsep green industrial estate, serta pengelolaan lingkungan yang sesuai standa Environmental, Social, Governance (ESG).

Adapun bibit yang ditanam mencakup pohon yang memiliki daya serap karbon tinggi seperti trembesi, tabebuya, ketapang kencana, serta jenis-jenis pohon peneduh lain yang terbukti efektif meningkatkan kualitas udara. Pohon-pohon tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon, tetapi juga membantu menjaga keanekaragaman hayati, memperbaiki kualitas tanah, mengurangi suhu udara, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.

Kegiatan penanaman pohon yang dimulai sejak tahun 2024 ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam percepatan transisi energi, pembangunan industri rendah karbon, serta target Net Zero Emission (NZE) 2060. Penanaman 10.000 pohon diperkirakan dapat menyerap sekitar 28 ton CO₂ per tahun, sehingga turut berkontribusi dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Sebagai informasi, Holding BUMN Danareksa saat ini mengelola tujuh kawasan industri strategis terbesar dan tersebar di Indonesia. Dengan total luas 7.800 hektare yang telah menyerap total investasi sekitar US$10 miliar, menaungi lebih dari 1.600 tenant dari 25 negara, serta menyerap 300 ribu tenaga kerja.

“Kawasan industri Holding BUMN Danareksa didesain untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi modern, terintegrasi, serta mengedepankan aspek lingkungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan yang selaras dengan Asta Cita Pemerintah,” tutup Agus.