Transformasi Mulai Membuahkan Hasil
Besaran dividen tersebut mencerminkan perbaikan kinerja fundamental BUMN Perkebunan itu selama dua tahun terakhir.
Laporan keuangan konsolidasian PalmCo mencatat laba bersih 2024 sebesar Rp3,76 triliun, naik 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di Rp2,53 triliun.
Direktur Utama PalmCo Jatmiko Santosa menyebut capaian tersebut sebagai hasil nyata dari restrukturisasi dan efisiensi yang dijalankan perusahaan sejak proses konsolidasi PTPN.
“Transformasi yang kami lakukan mulai menunjukkan dampak yang signifikan,” ungkapnya.
Kinerja yang menopang penetapan dividen jumbo itu tercermin pada sejumlah indikator keuangan.
Arus kas operasional (AKO) tercatat melonjak hingga Rp11,9 triliun, atau tumbuh 154 persen secara tahunan (YoY). Lonjakan arus kas ini menandai kondisi likuiditas perusahaan yang semakin kuat.
Di sisi operasional, pendapatan PalmCo mencapai Rp38,9 triliun, terdorong peningkatan volume penjualan crude palm oil (CPO/minyak sawit mentah) sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Strategi efisiensi biaya dan penataan proses bisnis dinilai berhasil mendorong profitabilitas.
"Kami mencatat EBITDA margin 23,37 persen dan net profit margin 9,64 persen. Peningkatan laba bersih 49 persen ini menunjukkan bahwa PalmCo berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemain utama dalam industri minyak sawit global," tegas dia.
Perbaikan kinerja PalmCo juga tercermin dalam penilaian eksternal. Lembaga pemeringkat PEFINDO menaikkan peringkat perusahaan dari Single A- menjadi Single A untuk Tahun Buku 2024, dengan predikat Sehat. Total aset perusahaan pun meningkat sekitar 9 persen.
"Kami akan terus memperkuat efisiensi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas peran sebagai penyedia minyak sawit berkelanjutan terbesar di dunia. Dividen Rp1,5 triliun yang disetor dari laba 2024 menjadi bukti bahwa transformasi internal dan disiplin eksekusi strategi mulai membuahkan hasil nyata," tutur Jatmiko.