Marco van Basten: Timnas Italia Benar-benar Buruk!
Marco van Basten, legenda AC Milan dan tim Belanda, menyoroti kondisi Timnas Italia setelah kegagalan mereka mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia 2026.
Dalam pandangannya, rangkaian hasil buruk di fase kualifikasi memperlihatkan penurunan mutu sepak bola Italia.
Gli Azzurri kalah dua kali dari Norwegia dengan skor 0-3 dan 1-4, lalu sebelumnya kebobolan empat gol saat berjumpa Israel meski menang 5-4.
Situasi itu membuat Alessandro Bastoni dan rekan-rekan harus menempuh jalur play off.
Dalam program Rondo di Ziggo Sport, Van Basten menyampaikan kritik tegas.
"Timnas Italia benar-benar buruk!" kata Van Basten.
Ia menilai materi pemain sekarang tidak sepadan dengan era sebelumnya.
"Dulu mereka punya pemain bagus di setiap posisi, tapi sekarang mereka tidak ada di mana-mana," ucapnya.
Ia juga mengiyakan komentar Youri Mulder yang menilai kemampuan bertahan Italia merosot tajam.
Sorotan Eks Pemain Belanda terhadap Pertahanan Italia
Youri Mulder memberi penilaian keras terhadap performa lini belakang Gli Azzurri dalam dua laga kontra Norwegia.
"Orang-orang Italia itu tak bisa bertahan sama sekali. Mereka tak berguna!" ujarnya.
Mulder menganggap para pemain hanya pasif menghadapi ancaman.
"Mereka semua hanya berdiri di sana menonton, dipermainkan seperti itu," lanjutnya.
Ia mempertanyakan apakah kemampuan bertahan Italia hilang atau memang tidak pernah terbentuk dengan baik.
Dalam diskusi itu hadir pula Ruud Gullit, legenda AC Milan lain. Ia menilai perubahan gaya bermain ikut muncul akibat penerapan VAR.
Menurutnya, VAR membuat bek Italia lebih berhati-hati dalam kontak fisik.
"Mereka tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Saya pikir mereka sekarang jauh lebih berhati-hati dalam bertahan," tutur Gullit.
Ia kemudian menyebut era Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, dan Andrea Barzagli sebagai masa ketika Italia masih punya barisan belakang solid.
Pandangan Van Basten soal Minimnya Talenta Lokal
Penyerang legendaris Belanda, Marco van Basten, kala menghadiri acara penghargaan FIFA pada 23 September 2019. Terkini, Van Basten mengomentari kerusuhan dalam laga Eredivisie 2023-2024 antara Ajax vs Feyenoord, Minggu (24/9/2023). (Photo by Tiziana FABI / AFP)
Van Basten kemudian menyorot kondisi sepak bola Italia secara umum.
Ia menilai klub Serie A kurang memberi ruang bagi pemain muda lokal untuk berkembang.
"Klub-klub besar di sana hampir tidak memiliki pemain Italia lagi," katanya.
Ia menambahkan kritik tentang rendahnya minat terhadap sepak bola di Italia saat ini.
"Sepak bola adalah masalah serius di Italia, mereka semua mulai bermain tenis sekarang," ucap Van Basten.
Komentar Van Basten seolah merujuk pada naiknya pamor Jannik Sinner, petenis Italia, dalam dua tahun terakhir.
Petenis itu meraih gelar Australian Open dua kali, Wimbledon sekali, dan US Open sekali, lalu duduk di peringkat dua dunia.
Pencapaian tersebut terang kontras dengan Timnas Italia yang belum kembali bersaing di level tertinggi sejak keberhasilan mereka di Euro 2020.
Hasil kualifikasi terbaru bahkan menimbulkan kekhawatiran publik. Dalam survei Sportmediaset, mayoritas responden menyatakan ragu terhadap peluang Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.