Stok Solar di Kudus Aman Hingga Akhir Tahun, Antrean SPBU Pantura Mulai Normal
Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Pemkab menyebut pasokan berjalan lancar, stok SPBU mencukupi, dan alokasi solar untuk satu tahun tidak mengalami kendala.
Kepastian ini disampaikan setelah beberapa hari sebelumnya terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di Jalur Pantura buntut informasi keterbatasan solar di provinsi lain.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tidak ada gangguan penyaluran di wilayah Kudus dan pelayanan SPBU sudah kembali normal.
Kondisi SPBU Kudus Kembali Terkendali
Dilansir dari Antara, Pelaksana harian Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Djati Solechah didampingi Kabid Fasilitas Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sonhaji memastikan stok solar telah aman.
"Meskipun sebelumnya terjadi antrean di sejumlah SPBU di jalur pantura menyusul informasi keterbatasan alokasi di provinsi lain, hasil pemantauan di sejumlah SPBU di Kabupaten Kudus tidak ada permasalahan," kata Djati di Kudus, Rabu (19/11/2025).
Dalam masa antrean panjang tersebut, beberapa SPBU sempat menerapkan pembatasan pembelian dari Rp500 ribu menjadi Rp300 ribu demi pemerataan.
Kondisi kini kembali normal dan pembelian sudah tidak dibatasi seperti sebelumnya.
Menurut Djati, antrean beberapa hari lalu dipicu menipisnya solar di daerah lain, sehingga banyak truk bersumbu memilih mengisi BBM di SPBU sepanjang Jalur Pantura Pati hingga Kudus.
Serbuan itu memicu penumpukan kendaraan dan antrean yang lebih panjang dari biasanya.
Pasokan Solar Lancar dan Stok Aman hingga Akhir 2025
Sonhaji menegaskan penyaluran dari pemasok berlangsung lancar tanpa hambatan.
Ia menyebut tidak ada laporan kelangkaan, terlebih stok yang dialokasikan untuk Kudus selama setahun masih mencukupi hingga akhir 2025.
SPBU di kawasan perkotaan juga dipastikan aman, terutama karena lokasi yang sebelumnya padat kendaraan truk berada di sepanjang jalur pantura, bukan di pusat kota.
Hasil pantauan di salah satu SPBU Jalur Pantura Kudus memperlihatkan truk tronton masih melakukan pengisian solar, tetapi antrean sudah tidak mengular seperti beberapa hari sebelumnya.
Respons Sopir Truk: Pembelian Sudah Normal
Suparno, sopir truk tronton, mengakui pembatasan pembelian sempat diberlakukan.
"Beberapa hari sebelumnya memang dibatasi maksimal pembelian Rp300.000, namun saat ini kembali normal bisa membeli hingga Rp500.000," ujarnya.
Ia menambahkan kondisi tanpa antrean panjang membuat pengantaran barang lebih lancar.
"Tentu senang tidak ada lagi antrean panjang seperti sebelumnya, sehingga pengantaran barang bisa lancar tanpa khawatir dengan ketersediaan BBM di kendaraan," katanya saat ditemui usai mengisi solar di SPBU Jalan Lingkar Kudus Desa Ngembal, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Data Penyaluran Solar di Kudus
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, total penyaluran solar hingga akhir Oktober 2025 mencapai 69.243.661 liter, sementara sisa kuota yang masih tersedia sebanyak 10.607.339 liter.
Untuk 2025, total kuota solar yang diterima Kudus mencapai 79.851.000 liter.
Realisasi penyaluran bulanan bervariasi, mulai dari sekitar 6 juta liter hingga 69 juta liter.
Tiga bulan terakhir mencatat penyaluran tertinggi pada Oktober 2025 sebesar 69.735.396 liter.
Adapun September 2025 mencapai 60.867.583 liter, sedangkan Agustus 2025 sebesar 52.056.565 liter.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.