Bukan Cuma Pameran, Ini Langkah Kahiyang Ayu Buka Jalan Investasi UMKM Sumut

Ketua Dekranasda Sumatera Utara (Sumut), Kahiyang Ayu (tengah)
Ketua Dekranasda Sumatera Utara (Sumut), Kahiyang Ayu (tengah)

Ketua Dekranasda Sumatera Utara (Sumut), Kahiyang Ayu punya cara sendiri memperkenalkan karya perajin Sumut ke pasar yang lebih luas.

Dia memboyong perajin Sumut ke Gebyar Kriya Nusantara dan Jogja ITTAF 2025 di Plaza Malioboro, Yogyakarta. Putri Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) itu mendorong perajin Sumut tampil lebih percaya diri dengan memamerkan batik dan kriya unggulan daerah.

Kahiyang menegaskan, partisipasi Sumut dalam Gebyar Kriya Nusantara bukan sekadar pameran rutin, tetapi strategi memperluas jaringan bisnis dan menarik peluang investasi bagi pelaku UMKM daerah.

"Kehadiran kami di Gebyar Kriya Nusantara menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan karya perajin Sumut ke pasar lebih luas, sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi,” ujar Kahiyang dikutip Minggu, 16 November 2025.

Ia hadir didampingi Wakil Ketua Dekranasda Sumut, Titiek Sugiharti, yang turut mendampingi perajin selama pembukaan acara. Gelaran Gebyar Kriya Nusantara dan Jogja ITTAF 2025 sendiri menampilkan produk kreatif dari berbagai daerah, mulai dari batik, kerajinan kulit, logam, keramik, hingga sektor perdagangan, pertanian, pariwisata, dan perikanan.

Dalam ruang besar yang menyatukan banyak sektor tersebut, Sumut dipandang tampil percaya diri dengan menunjukkan bahwa daerah itu bukan hanya kaya warisan budaya, tetapi juga punya potensi besar di industri ekonomi kreatif.

Pemerintah provinsi berharap momentum ini dapat memperkuat pemasaran produk unggulan Sumut sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi UMKM untuk tembus ke pasar nasional maupun internasional.

Dalam gelaran berskala nasional tersebut, stan Sumut menjadi salah satu yang paling banyak disambangi. Ragam batik Sumut dengan motif etnis, warna berani, dan filosofi budaya dinilai memberi warna baru di tengah dominasi batik dari Jawa.

Respons positif datang tak hanya dari wisatawan, tetapi juga dari pelaku industri kreatif yang menyebut batik Sumut memiliki karakter kuat dan layak bersaing di pasar lebih besar.

Tak hanya batik, Dekranasda Sumut juga membawa kriya unggulan lainnya serta menyajikan kuliner khas Tanah Batak dan pesisir secara gratis. Penampilan tari-tarian tradisional seperti Tari Bolon Bolon, Medley Tari 8 Etnis Sumut, hingga Tari Pangurason Sipitu Cawan membuat suasana stan Sumut kian hidup dan menjadi magnet tersendiri di antara ratusan peserta.