Industri Etanol Dinilai Beri Peluang Besar Bagi Petani dan UMKM

Ilustrasi petani.
Ilustrasi petani.

Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menegaskan bahwa geliat pengembangan etanol tidak boleh hanya dinikmati oleh perusahaan besar. Menurutnya, program ini semestinya bisa menggerakkan ekonomi rakyat hingga ke pelosok daerah.

“Ada loh masyarakat yang kembali bergairah untuk menanam tanaman-tanaman yang menghasilkan, atau yang bisa dijadikan etanol,” ujar Gunawan dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, dikutip Rabu, 12 November 2025

Gunawan berharap pemerintah dapat melibatkan petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai produksi etanol agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Dengan cara itu, pengembangan industri energi terbarukan ini dapat memperkuat ekonomi lokal serta mendorong pemerataan kesejahteraan.

Selain itu, ia menilai industri etanol juga berpotensi menstabilkan harga komoditas pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung yang selama ini dianggap bernilai rendah.

“Jika etanol ditambah porsinya, maka kebutuhan impor energi kita itu akan berkurang. Ada alokasi anggaran yang bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif lainnya,” katanya.

Gunawan juga mengingatkan agar pemerintah menjaga momentum transisi energi. Ia menilai peningkatan produksi etanol bisa menjadi solusi konkret untuk menekan impor energi sekaligus memperkuat ketahanan fiskal nasional.

Senada dengan itu, pemerhati kebijakan publik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Fredick Broven Ekayanta, menilai potensi ekonomi dari pengembangan etanol akan jauh lebih terasa bila pemerintah memberikan subsidi langsung bagi masyarakat dan petani yang ingin memproduksinya.

“Kondisi geografis kita itu sangat mendukung untuk produksi etanol kan, apalagi masyarakat kita banyak petani di sektor pertanian dan perkebunan. Kalau pemerintah kasih subsidi secara masif bagi mereka, bisa kan, karena sumber dayanya ada di kita,” ujar Fredick.

Namun, Fredick juga mengingatkan agar pemerintah tidak mengulangi kesalahan masa lalu dengan memberikan dominasi kepada kelompok bisnis besar. Ia menilai pengembangan energi terbarukan harus benar-benar berpihak pada rakyat.

“Jangan kemudian pemainnya itu pengusaha besar lagi, apalagi kalau dikerjakan dengan logika bisnis yang menurut saya business as usual,” katanya menegaskan.

Para pakar sepakat, keberhasilan industri etanol tidak hanya diukur dari seberapa besar kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional, tetapi juga dari seberapa dalam dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat di lapisan bawah.