Rizky Ridho Punya Peluang Besar, Ini 6 Pemain ‘Tak Ternama’ yang Pernah Raih Puskas Award
Peluang Rizky Ridho meraih Puskas Award 2025 terbuka lebar. Selain karena netizen Indonesia terkenal sangat solid dalam urusan voting, penghargaan ini memang tidak hanya diberikan kepada pemain kelas dunia, tetapi juga mereka yang datang dari liga kecil, klub non-elit, bahkan pemain disabilitas.
Sejarah membuktikan: Puskas Award bisa dimenangkan siapa saja selama golnya luar biasa dan mendapat dukungan besar publik.
Berikut 6 pemain yang sebelumnya tidak banyak dikenal, namun sukses mengukir sejarah sebagai peraih Puskas Award.
1. Miroslav Stoch (2012 – Fenerbahce / Slovakia)
Miroslav Stoch
Walau bermain untuk klub besar Turki, Stoch bukanlah nama yang populer di Eropa. Namun, gol volley geledek yang ia lesakkan pada 2012 membuat seluruh dunia menoleh. Tendangan first-time tersebut meluncur deras ke pojok gawang dan mengalahkan nominasi dari Rooney hingga Messi. Momen ini jadi bukti bahwa kualitas teknik murni bisa mengalahkan popularitas.
2. Wendell Lira (2015 – Goianesia / Brasil)
Striker Vila Nova, Wendell Lira
Salah satu kisah paling fenomenal sepanjang sejarah Puskas Award. Lira saat itu bermain di klub kecil yang bahkan tidak dikenal luas di Brasil. Namun tendangan salto akrobatiknya membuat dunia terkejut dan mengalahkan Lionel Messi dalam voting. Sesudah menang pun Lira malah pensiun dini dan menjadi gamer profesional FIFA.
3. Mohd Faiz Subri (2016 – Penang FC / Malaysia)
Striker Malaysia, Mohd Faiz Subri, saat mengecek ponselnya
Gol “knuckleball bengkok tak masuk akal” Faiz Subri menjadi pembicaraan global. Tendangan bebasnya bergerak liar ke kiri lalu menikung ekstrem ke kanan sebelum masuk ke gawang. Aksi tersebut membuat Faiz menjadi pemain Asia Tenggara pertama yang memenangkan Puskas Award—momen bersejarah yang menginspirasi pesepakbola regional.
4. Daniel Zsori (2019 – Debrecen / Rumania)
Daniel Zsori
Zsori bahkan baru menjalani debut profesional saat mencetak gol tendangan salto sensasional ke gawang Ferencvaros. Meski berasal dari Liga Hungaria yang jarang mendapat sorotan, gol tersebut begitu viral hingga mengalahkan gol-gol dari Cristiano Ronaldo dan Messi. Zsori pun langsung jadi simbol “keajaiban Puskas Award”.
5. Marcin Oleksy (2022 – Warta Poznan / Polandia)
Marcin Oleksy sabet Puskas Award 2022
Inilah bukti paling nyata bahwa Puskas Award tidak melihat status pemain. Marcin Oleksy adalah pemain amputee football yang mencetak gol salto spektakuler menggunakan kruk. Dunia memberi standing ovation, dan Oleksy resmi menjadi pemain disabilitas pertama peraih Puskas Award. Penghargaan ini membuka mata bahwa keindahan sepakbola datang dari mana saja.
6. Guilherme Madruga (2023 – Botafogo / Brasil)
Pemain Botafogo, Guilherme Madruga sabet Puskas Award 2023
Madruga meraih Puskas Award lewat gol salto jarak jauh yang hampir tidak masuk akal. Ia mengeksekusi tendangan salto dari depan kotak penalti setelah menerima umpan lambung, dan bola meluncur mulus melewati kiper. Sebelum gol itu viral, Madruga bukanlah nama besar bahkan di Brasil sekalipun.
Peluang Rizky Ridho Sangat Terbuka
Melihat sejarah pemenang sebelumnya, jelas bahwa nama besar bukan penentu utama Puskas Award. Selama golnya spektakuler dan dukungan publik kuat, peluang menang sangat besar.
Dengan fanbase Indonesia yang militan dalam voting, plus fakta bahwa banyak pemenang terdahulu berasal dari klub kecil dan liga minor, Rizky Ridho berpeluang besar mengulang sejarah Asia Tenggara—bahkan mungkin melampauinya.