Penjualan Mobil Lesu, Gaikindo Berpeluang Revisi Target 2025

 Angka penjualan mobil di Indonesia mengalami tren positif di Oktober 2025. Untuk pertama kalinya sejak Maret, capaiannya berhasil kembali ke 70 ribuan unit.

Data dari Gaikindo menunjukkan penjualan mobil secara retail (penyaluran dari diler ke konsumen) adalah 74.720 unit. Sedangkan wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) sebesar 74.019 unit.

Namun apabila dilihat periode Januari – Oktober 2025, penjualan mobil baru di dalam negeri baru mencapai 660.659 unit (retail). 

Sementara Gaikindo punya target penjualan 900 ribu unit, masih selisih 239.341 unit lagi dengan tenggat waktu dua bulan.

Gaikindo Berusaha Meminimalisir PHK Massal Sesuai Arahan Menperin

Gaikindo juga menetapkan ada potensi koreksi target menjadi 750 ribu, angka yang dinilai oleh sejumlah pabrikan sebagai target rasional di 2025.

Menanggapi hal tersebut, pihak Gaikindo mengkonfirmasi target awal 900 ribu unit berpeluang diubah dalam waktu dekat.

“Akan ada revisi setelah semua anggota setuju,” kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO, Senin (10/11).

Namun dirinya enggan memberi komentar terkait target rasional penjualan mobil baru sepanjang 2025. 

Jika melihat angka penjualan yang masih stagnan di angka 60 ribuan-70 ribuan unit, 750 ribu unit menjadi target yang masuk akal.

Apabila target direvisi menjadi 750 ribu maka ada selisih sekitar 89 ribu unit kendaraan yang perlu dikejar sampai akhir 2025.

Upaya Gaikindo Mendongkrak Penjualan

Pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2025 menjadi harapan terakhir untuk membantu menaikkan penjualan.

Sedikit berbeda dari gelaran GIIAS 2025 yang menjadi wadah perkenalan produk baru dan kendaraan konsep, GJAW 2025 berfokus pada promo penjualan.

GJAW 2025

Harapannya konsumen dimudahkan dalam melakukan transaksi pembelian kendaraan baru karena adanya program seperti potongan harga, serta paket kredit sesuai kemampuan.

Gaikindo telah menetapkan target transaksi di pameran GJAW 2025 bisa melebihi Rp 5,1 triliun atau capaian tahun lalu.

Lebih dari 80 merek otomotif ikut meramaikan termasuk Toyota, Daihatsu serta manufaktur mobil listrik BYD dan Denza.