Bojan Hodak Bicara Persaingan Teja dan Adam di Bawah Mistar Persib
Pada umumnya, klub-klub Liga Indonesia merekrut penjaga gawang asing untuk menjadi pilihan nomor satu di starting line up.
Namun, situasi di Persib Bandung berbeda dengan kiper lokal mampu mengambil alih tempat utama dari seorang kiper mancanegara dengan rekam jejak cukup impresif.
Sejauh awal musim ini, Teja Paku Alam mampu menyisihkan salah satu kiper terbaik Liga Wales musim lalu, Adam Przybek, baik di kompetisi domestik maupun antarklub Asia.
Przybek sebenarnya diplot menjadi pilihan pertama sejak persiapan pramusim, namun mantan kiper Penybont FC itu mengalami cedera ligament engkel di awal musim.
Selain itu, Przybek kerap bermasalah dengan kondisi kesehatannya, beberapa kali ia mengalami keracunan makanan seiring dengan adaptasi yang ia lakukan dengan kepindahan ke Indonesia.
Kondisi tersebut yang buat Teja Paku Alam mengambil alih tempat Przybek di bawah mistar gawang.
“Adam (Przybek) sebenarnya ketika pramusim bermain dengan baik, dia juga di dua laga uji coba. Ketika bermain, dia melakukan tugas dengan sangat baik,” kata pelatih Persib Bojan Hodak.
“Tetapi kondisinya adalah dia cedera dan Teja mulai bermain, mungkin ini fase terbaik dalam karier dia,” tuturnya.
Tak Ada Alasan Mencadangkan Teja Paku Alam
Penampilan apik penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026 saat membawa timnya menang clean sheet 2-0, 1 Oktober 2025 di BG Pathum Thani Stadium.
Penampilan Teja memang apik di bawah mistar. Ia mencatatkan beberapa penyelamatan krusial, penempatan posisi sang kiper prima, hingga keputusannya kerap mengamankan gawang Maung Bandung.
Dari total 13 pertandingannya Persib di berbagai ajang hingga 7 November 2025, ia mampu mencatat tujuh kali clean sheet.
Bahkan pelatih kiper Persib saat ini, Mario Jozic, sulit memberi rekomendasi untuk mencadangkan Teja karena penampilan dan kepercayaan diri kiper kelahiran Sumatra Barat tersebut sedang meningkat.
Hodak juga berpendapat kehidupan karier menjadi seorang kiper memang demikian, saat performa bagus dan konsisten maka sosok tersebut bakal sulit digantikan.
“Kehidupan penjaga gawang ya seperti itu, misal ketika dia meraih dua gelar Man of the Match (Super League), tentunya saya tidak bisa mengganti dia, Adam juga memahami itu,” ulas Hodak.
Kiper Muda Fitrah Maulana Menekan Teja dan Przybek
Penjaga gawang Timnas U20 Indonesia yang tampil apik saat clean sheet melawan Yaman di laga terakhir grup Piala Asia U20 Tiongkok, Rabu (19/2/2025).
Pelatih asal Kroasia ini berujar setiap tim harus memiliki dua penjaga gawang yang bagus, bahkan kini Hodak mengutarakan kalau Persib punya tiga kiper mumpuni.
Menurutnya, kiper muda Fitrah Maulana juga mulai menunjukkan performa gemilang di latihan.
“Tim harus mempunyai dua penjaga gawang bagus, dan kami mempunyai tiga karena Fitrah banyak berkembang. Sekarang di latihan, siapapun yang dipasang, mereka tampil dengan baik,” ujar Hodak.
“Fitrah mulai menekan mereka berdua. Bagi saya tidak penting dia itu tua atau muda, terpenting adalah dia bermain dengan bagus,” lugasnya.