Profil Mayjen TNI Krido Pramono, Sosok Intelijen yang Kini Jadi Pangdam VI/Mulawarman
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi menunjuk Mayjen TNI Krido Pramono sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, yang meliputi wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1448/X/2025 tertanggal 30 Oktober 2025.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan ini merupakan bagian dari sistem pembinaan karier yang terencana dan berkesinambungan.
Menurutnya, langkah tersebut bukan semata penyesuaian struktural, melainkan strategi pembinaan organisasi agar tetap segar dan adaptif terhadap dinamika lingkungan tugas.
"Rotasi jabatan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan wujud nyata pembinaan karier yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan kesiapan satuan," ujar Freddy dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).
Ia menambahkan, dengan adanya regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI, diharapkan setiap lini memiliki pemimpin yang tangguh, responsif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Siapa Mayjen TNI Krido Pramono?
Mayjen TNI Krido Pramono lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, pada 17 Oktober 1975. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1997 dari kecabangan Infanteri (Raider).
Sejak lulus, Krido telah meniti karier panjang dengan berbagai posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Sebelum menjabat sebagai Pangdam VI/Mulawarman, Krido menempati posisi Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI sejak Januari 2025 hingga awal November 2025.
Sebelumnya, ia pernah menjadi Wakil Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Waaspers Kasad) Bidang Pembinaan Personel (Binpers) pada November 2023 hingga Maret 2024.
Karier militernya juga mencakup jabatan sebagai Komandan Korem 052/Wijayakrama (2024), Pa Sahli TK III Bidang Hubungan Internasional (Hubint) Panglima TNI (2024), hingga Kepala Bagian di Sekretariat Militer Presiden (2016-2019).
Apa Kiprah Krido di Lapangan?
Sebelum memasuki jajaran tinggi Mabes TNI, Krido Pramono pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 611/Awang Long dan Komandan Kodim (Dandim) 1002/Barabai.
Dua jabatan tersebut memperlihatkan kemampuannya dalam mengelola satuan tempur dan teritorial di daerah yang memiliki karakteristik sosial dan geografis yang beragam.
Pada 2022, Krido dipercaya menjadi Asisten Personel (Aspers) Kodam I/Bukit Barisan. Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Paban V/Binkar Spersad sebelum dipromosikan ke posisi Waaspers Kasad.
Berbagai pengalaman itu memperkuat kemampuannya dalam pembinaan personel serta manajemen sumber daya manusia militer.
Dalam posisi Pa Sahli TK III Bidang Hubungan Internasional (Hubint) Panglima TNI, Krido juga berperan dalam diplomasi militer dan kerja sama internasional.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 4 Maret 2024, Mayjen TNI Krido Pramono memiliki total kekayaan sebesar Rp1.044.054.446 atau sekitar Rp1 miliar.
Laporan tersebut disampaikan saat ia masih menjabat sebagai Waaspers Kasad Bidang Pembinaan Personel.
Sebagai Panglima Komando Daerah Militer VI/Mulawarman, Krido bertanggung jawab atas pertahanan wilayah darat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Wilayah ini memiliki posisi strategis karena mencakup lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan Kompas.com dengan judul "Panglima TNI Tunjuk Mayjen Krido Pramono Jadi Pangdam VI/Mulawarman".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.