IHSG Diproyeksi Masuk Fase Konsolidasi, Cek 3 Saham Potensial Cuan Jagoan Analis

Ilustrasi IHSG akan Reli pada perdagangan hari ini.
Ilustrasi IHSG akan Reli pada perdagangan hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sideways pada sesi perdagangan hari ini, Senin, 3 November 2025. Lesunya pergerakan IHSG dipengaruhi berbagai sentimen domestik dan global.

Senior Market Chartist Mirrae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, CTA, menyampaikan konsensus ekonom memperkirakan bahwa laju inflasi diperkirakan melambat pada Oktober 2025 karena lambatnya permintaan. Perkembangan ini dapat menjadi peluang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menerapkan kebijakan pelonggaran moneter kedepan.

Dari global, Nafan menyoroti perang tarif antara Amerika Serikat dan Tongkok mereda setelah tercapai kesepakatan di antara kedua negara. AS akan menurunkan tarif atas barang-barang terkait bahan kimia prekursor fentanyl dari 20 persen menjadi 10 persen.

Menurut Nafan, pemangkasan ini menurunkan rata-rata tarif total AS terhadap impor Tiongkok menjadi sekitar 47 persen dari sebelumnya 57 persen. Sementara Tiongkok sepakat untuk menghentikan pengendalian ekspor mineral langka dan magnet selama satu tahun.

Seorang pelaku pasar sedang memantau pergerakan IHSG.

"Secara teknikal, IHSG berada dalam fase bullish consolidation setelah rebound dari MA60. Selain itu, MA20&60 masih dalam positive crossover," jelas Nafan dalam risetnya, Senin, 3 November 2025.

Nafan menetapkan titik support pada level 8.122 dan 8.071. Adapun titik resistance berada di area 8.195 dan 8.239. 

Lebih lanjut, Nafan membocorkan saham-saham potensial cuan. Berikut rekomendasi saham yang patut untuk investor cermati.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

  • Rekomendasi  : Add
  • Area beli           : 8.375-8.575
  • Target harga    : 8.700

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

  • Rekomendasi  : Add
  • Area beli           : 3.910-4.010
  • Target harga    : 4.030

Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

  • Rekomendasi  : Add
  • Area beli           : 2.400-2.530
  • Target harga    : 2.570