Ekosistem Digital Jadi Kunci Profitabilitas

Ilustrasi bank digital.
Ilustrasi bank digital.

 Ekosistem digital telah menjadi pilar utama dalam transformasi industri perbankan di Indonesia, memungkinkan integrasi layanan keuangan berbasis teknologi yang efisien dan inklusif. Di tengah pesatnya perkembangan ini, bank dengan layanan digital dituntut untuk terus berinovasi dan menjaga kinerja finansial yang solid.

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menunjukkan langkah strategis yang efektif dalam memanfaatkan momentum digitalisasi. Bank Neo Commerce, salah satu pelopor bank dengan layanan digital, berhasil mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan hingga kuartal III tahun 2025.

BNC melaporkan laba bersih sebesar Rp187,95 miliar pada kuartal III 2025, membawa total laba bersih hingga akhir September 2025 mencapai Rp464 miliar. Capaian ini merupakan lonjakan lebih dari 100 kali lipat dibandingkan total laba bersih di periode tahun sebelumnya yang tercatat Rp4,06 miliar.

Peningkatan profitabilitas ini didukung oleh perbaikan kualitas aset yang semakin membaik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) gross yang turun dari 3,72 persen di September 2024 menjadi 2,92 persen di akhir kuartal III 2025. Selain itu, rasio efisiensi operasional juga menunjukkan perbaikan, dengan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) membaik menjadi 82,81 persen dari sebelumnya 99,88 persen.

Kinerja positif ini didorong oleh komitmen BNC dalam memperkuat ekosistem digitalnya. BNC terus memperluas layanan digital perbankan, mengembangkan produk baru, dan menambah mitra untuk mendukung pertumbuhan aset yang berkualitas. Salah satu inovasi terbaru adalah peluncuran produk Tabungan Neo Green, yang memfasilitasi nasabah berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan.

Menanggapi pencapaian ini, Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, menyampaikan bahwa hasil tersebut mencerminkan efektivitas strategi perusahaan.

"Capaian kuartal ketiga ini menunjukkan efektivitas strategi kami dalam mengelola pertumbuhan secara cerdas dan menghasilkan laba yang berkesinambungan. Fokus kami adalah memperkuat daya saing melalui efisiensi, pengelolaan risiko yang disiplin, serta inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah," ujarnya, dikutip dari keterangan resmi, Jumat 31 Oktober 2025.

Lebih lanjut, Eri menekankan peran penting digitalisasi dalam menjaga profitabilitas dan pertumbuhan aset.

"Digitalisasi memungkinkan bank dapat beroperasi secara lebih efisien dan terukur. Dengan mengombinasikannya dengan semangat inovasi yang sudah kami miliki sejak lama, kami terus berupaya untuk mendapatkan formulasi yang tepat untuk dapat menggenjot profitabilitas dan pertumbuhan aset ke depannya," jelasnya.