Dari Mineral Kritis hingga EBT, Rosan Siap Tampung Investasi dari Brazil

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, pihaknya sangat terbuka dan siap menyambut investasi dari para pelaku usaha dan investor Brazil yang ingin berinvestasi di Indonesia.

"Sebagai CEO Danantara Indonesia, saya ingin menekankan komitmen kuat kami untuk mendukung potensi kerja sama. Kami terbuka terkait investasi dengan investor Brazil," kata Rosan dalam acara Indonesia-Brazil Business Forum, dikutip Jumat, 24 Oktober 2025.

Rosan pun mengundang pelaku usaha dan investor Brazil untuk bermitra di berbagai sumber daya mineral kritis, menciptakan sumber energi terbarukan global yang tangguh dan terintegrasi, serta mampu mengubah kehidupan.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, HIPMI-Danantara Business Forum 2025

Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan sekitar 3.700 gigawatt (GW) termasuk tenaga surya, angin, hidro, gelombang laut, bioenergi, dan panas bumi.

Namun, kapasitas energi baru terbarukan yang termanfaatkan baru 15,2 gigawatt atau kurang dari 1 persen.

Keberhasilan Brazil juga menjadi peluang bagi Indonesia. Agrikultur berkelanjutan dan cadangan pangan Indonesia berawal dari teknologi pertanian Brazil yang maju.

"Pengetahuan spesialisasi Brazil dalam agribisnis berskala besar dan maju esensial untuk memodernisasi sistem pangan Indonesia," ujarnya.

Pemerintah Indonesia dan Brazil serta badan usaha dari kedua negara menandatangani delapan nota kesepahaman (MoU) kerja sama yang prosesinya disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka.

Penandatanganan delapan dokumen MoU antara Indonesia dan Brazil itu merupakan rangkaian dari kunjungan kenegaraan Presiden Lula di Indonesia.