Usaha Pemerintah Agar Kebijakan Etanol 10 Persen Berjalan Mulus
Rencana penerapan etanol 10 persen (E10) pada bahan bakar minyak (BBM) terus digodok. Sejumlah usaha pun akan pemerintah tempuh.
Seperti contoh menyiapkan lahan seluas satu juta hektare. Nantinya tanah tersebut bakal digunakan buat menanam singkong.
Sehingga dapat mendukung mandatori campuran etanol 10 persen terhadap BBM di Tanah Air.
"Lahannya yang satu juta hektare itu perintah Bapak Presiden," ungkap Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian di Antara, Rabu (22/10).

Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menjelaskan bahwa rencana cetak tanam singkong akan dilakukan di seluruh Indonesia
Namun menurut Amran belum bisa membocorkan lokasi lahan tersebut. Lantaran perlu berkoodinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
Kemudian pemerintah juga masih menunggu laporan daerah mana yang paling cocok untuk ditanami singkong.
"Seluruh Indonesia, di mana yang agro climate-nya cocok," tegas Amran.
Patut diketahui, bahan bakar etanol tidak hanya singkong. Namun bisa juga menggunakan jagung maupun tebu
Di sisi lain Presiden Prabowo disebut telah menyetujui mandatori etanol 10 persen. Hal itu demi membuat BBM di Indonesia lebih ramah lingkungan.
Selain itu mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Jadi dapat menghemat anggaran belanja negara.
Masih Belum Siap
Memang penerapan etanol 10 persen masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi oleh pemangku kepentingan.
Misal produksi etanol yang harus dilakukan agar secara signifikan mengurangi jumlah impor. Kemudian memberdayakan berbagai sektor di dalam negeri seperti pertanian.
“Kalau etanol diproduksi di dalam negeri tentu saja pastinya memberikan dampak (positif), hanya saja saya belum hitung,” kata Ronny Purwadi, akademisi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jakarta dalam kesempatan terpisah.

Hanya saja jika melihat kondisi sekarang, dia menilai industrinya belum siap apabila produksi campuran etanol di Indonesia.
Apalagi jika Presiden Prabowo bersama para menteri ingin produksi etanol direalisasikan mulai tahun depan.
Jika penggunaan bensin dengan campuran etanol mau mulai digalakkan di 2026, maka pemerintah harus menyiapkan terlebih dulu ekosistem pendukung dan rencana produksinya.