Viva.co.id: Berita Hari Ini Terbaru Terkini dan Terpopuler

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. (Ilustrasi)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. (Ilustrasi)

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Pemerintah Indonesia melalui Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan status gizi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. 

Dengan target ambisius membangun puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh Tanah Air, program ini menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam aspek pembangunan infrastruktur di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). 

Kendala utama yang seringkali menghambat laju program adalah keterbatasan akses dan infrastruktur di daerah-daerah terpencil.

Untuk menjawab tantangan tersebut secara berkelanjutan dan efisien, kolaborasi strategis antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan koperasi nasional menjadi kunci. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, melalui konsorsium anak perusahaannya, secara resmi menjalin kerja sama dengan Koperasi Pemasaran Maju Muda Berkarya (Coopmura) untuk mempercepat pembangunan dapur MBG berteknologi modular.

Solusi yang ditawarkan adalah penerapan teknologi bangunan modular. Ini adalah sebuah sistem konstruksi revolusioner di mana unit-unit bangunan, dalam hal ini dapur MBG, diproduksi secara massal di pabrik dan kemudian diangkut serta dirakit dengan cepat di lokasi proyek. Pendekatan ini secara fundamental mengatasi kendala logistik dan waktu di wilayah 3T.

Plt. Direktur Utama PT Krakatau Engineering, Ahmad Hafidz Saubari, menekankan keunggulan solusi ini. 

“Bangunan modular memungkinkan proses pembangunan yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan teknologi ini, dapur-dapur MBG bisa segera beroperasi tanpa harus menunggu pembangunan konvensional yang memakan waktu lama,” jelas Ahmad Hafidz Saubari.

Kerjasama PT Krakatau Steel dan Coopmura

Kerjasama PT Krakatau Steel dan Coopmura

Aspek kecepatan dan efisiensi ini menjadi krusial mengingat BGN menargetkan pembangunan 30.000 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi hingga akhir tahun 2025. Peran Krakatau Steel dalam inisiatif ini menunjukkan komitmen BUMN untuk berkontribusi langsung dalam pemerataan akses gizi.

“Melalui kerja sama ini, Krakatau Steel ingin berkontribusi langsung dalam mempercepat pembangunan Dapur Makanan Bergizi Gratis, terutama di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T),” ujar Plt. Direktur Utama Krakatau Baja Konstruksi Bobby Sumardiat Atmosudirjo.

Sementara itu, Coopmura berperan vital dalam memastikan implementasi program berjalan tepat sasaran. Sebagai koperasi nasional yang didukung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Coopmura memiliki jaringan luas, khususnya di wilayah 3T, untuk menentukan lokasi strategis dan mengkoordinasikan pelaksanaan di lapangan.

“Kami berkomitmen membantu memastikan dapur MBG benar-benar hadir di tempat-tempat yang paling membutuhkan, sekaligus menjadi contoh kolaborasi nyata antara BUMN dan koperasi nasional,” ungkap Plt. Direktur Utama Coopmura Harfan Syah.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada daerah terpencil, namun juga mencakup pembangunan dan pengelolaan dapur mandiri di berbagai wilayah lain, yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat. 

Inisiatif bersama ini diharapkan menjadi model solusi evergreen dalam menjawab tantangan pembangunan infrastruktur sosial di daerah sulit dijangkau, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan memperluas pemerataan akses terhadap makanan bergizi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Saat ini, berdasarkan data sementara, program MBG telah berhasil mendirikan lebih dari 10.000 unit dapur MBG yang menjangkau sekitar 30 juta penerima manfaat. Dengan adopsi teknologi modular, pemerintah optimistis dapat mencapai target perluasan program hingga mencakup 82 juta penerima manfaat di seluruh Tanah Air dalam waktu dekat. 

Teknologi konstruksi modular telah membuktikan diri sebagai solusi taktis dan efisien dalam mewujudkan pemerataan gizi di Indonesia.