Setahun Misteri Kematian Jamal Abdul Naser, Terungkap Pembunuhnya Masih Rekannya Sendiri

bangka, Bangka Barat, pembunuhan di bangka barat, pelaku buron, Polres Bangka Barat, Kasus pembunuhan Jamal Abdul Naser di Mentok, pembunuhan Jamal Abdul Naser, pembunuhan di Mentok, pembunuhan berencana Bangka barat, kasus perampokan disertai pembunuhan, Setahun Misteri Kematian Jamal Abdul Naser, Terungkap Pembunuhnya Masih Rekannya Sendiri, Awal Penemuan Jasad di Semak Belukar, Identitas dan Motif Pelaku Terungkap, Kronologi Pembunuhan Sadis di Kontrakan Sungai Daeng, Korban Hilang, Keluarga Curiga, Penangkapan Lidia Setelah Satu Tahun Buron, Motif: Ingin Kuasai Harta Korban, Suasana Haru Saat Konferensi Pers, Dua Pelaku Masih Buron

— Setelah satu tahun menyimpan misteri, kasus pembunuhan sadis terhadap Jamal Abdul Naser (65), warga Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, akhirnya terungkap.

Satu dari tiga tersangka, yakni seorang perempuan bernama Lidia (35), berhasil ditangkap aparat kepolisian di Palembang, Sumatera Selatan, setelah buron selama lebih dari setahun.

Kasus ini berawal dari penemuan jasad Jamal Abdul Naser yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di semak belukar kawasan Parit 10, Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Jumat (21/6/2024).

Korban ditemukan tanpa pakaian atasan, dengan tangan terikat tali plastik, tubuh penuh luka memar, dan leher terjerat kabel charger warna putih merek Robot.

Awal Penemuan Jasad di Semak Belukar

Penemuan mayat Jamal Abdul Naser sempat menghebohkan warga Banyuasin dan Bangka Barat pada Juni 2024 lalu.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, di semak belukar dekat Pelabuhan Tanjung Api Api, yang menjadi jalur penyeberangan antara Pulau Bangka dan Sumatera Selatan.

“Korban ditemukan tewas terikat tali plastik di semak belukar dekat pelabuhan. Tangan terikat dan tubuhnya banyak luka,” ungkap seorang petugas kepolisian saat itu.

Polres Bangka Barat yang mendengar kabar tersebut langsung mengirim tim ke lokasi untuk membantu identifikasi.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Ecky Widi Prawira, membenarkan pihaknya ikut membantu proses penyelidikan.

“Kita hanya membantu mengidentifikasi. Personel telah berangkat ke Sumsel untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Ecky, Jumat (21/6/2024).

Namun, saat itu pihak kepolisian belum dapat memastikan motif maupun pelaku di balik kematian korban. Kasus ini pun sempat menjadi misteri panjang.

Identitas dan Motif Pelaku Terungkap

bangka, Bangka Barat, pembunuhan di bangka barat, pelaku buron, Polres Bangka Barat, Kasus pembunuhan Jamal Abdul Naser di Mentok, pembunuhan Jamal Abdul Naser, pembunuhan di Mentok, pembunuhan berencana Bangka barat, kasus perampokan disertai pembunuhan, Setahun Misteri Kematian Jamal Abdul Naser, Terungkap Pembunuhnya Masih Rekannya Sendiri, Awal Penemuan Jasad di Semak Belukar, Identitas dan Motif Pelaku Terungkap, Kronologi Pembunuhan Sadis di Kontrakan Sungai Daeng, Korban Hilang, Keluarga Curiga, Penangkapan Lidia Setelah Satu Tahun Buron, Motif: Ingin Kuasai Harta Korban, Suasana Haru Saat Konferensi Pers, Dua Pelaku Masih Buron

ilustrasi kasus kriminal. Setelah satu tahun menyimpan misteri, kasus pembunuhan sadis terhadap Jamal Abdul Naser (65), warga Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, akhirnya terungkap.

Setahun berlalu, Polres Bangka Barat akhirnya berhasil mengungkap siapa di balik pembunuhan berencana tersebut.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengungkapkan bahwa terdapat tiga orang pelaku: Tri Martin (TM), Sandra (SR), dan Lidia (L).

Ketiganya merupakan warga Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

Dari tiga pelaku itu, baru Lidia, yang juga istri dari Tri Martin, berhasil ditangkap polisi, sedangkan dua lainnya masih buron.

“Ketiga tersangka dan korban baru saling kenal dan pernah jalan-jalan bersama ke tempat wisata di Mentok, Bangka Barat,” jelas AKBP Pradana, Jumat (17/10/2025).

“Rencana pembunuhan sudah disusun lima hari sebelum kejadian. Tujuannya untuk menguasai harta korban,” tambahnya.

Kronologi Pembunuhan Sadis di Kontrakan Sungai Daeng

Menurut penyelidikan, peristiwa pembunuhan terjadi pada Selasa, 18 Juni 2024, sekitar pukul 18.00 WIB, di kontrakan pelaku di Kampung Kebun Nanas, Kelurahan Sungai Daeng, Mentok, Bangka Barat.

Korban datang menggunakan mobil Toyota Calya miliknya, setelah diundang oleh Lidia.

Sesampainya di kontrakan, korban sempat mengutarakan niat ingin melaksanakan salat Maghrib, lalu masuk ke kamar.

Tanpa disadari, di dalam kamar sudah menunggu dua pelaku lain, Tri Martin dan Sandra.

“Pada saat korban masuk ke kamar, tersangka Lidia keluar kontrakan dan menutup pintu. Ia menunggu di luar sambil mengawasi sekitar selama setengah jam,” ujar Kapolres.

Di dalam kamar, Tri Martin mengikat leher korban dengan kabel charger dan menusuk kepalanya dengan pisau dapur, sementara Sandra mengikat tangan korban.

Korban tewas di tempat dengan kondisi terlentang dan bersimbah darah.

Setelah memastikan korban tak bernyawa, kedua pelaku membersihkan darah, membungkus jasad korban dengan kasur, lalu menaikkannya ke dalam mobil Toyota Calya milik korban.

Ketiganya kemudian menyeberang ke Palembang menggunakan kapal dari Pelabuhan Tanjungkalian Mentok.

“Sesampainya di Pelabuhan Tanjung Api-Api, di tengah perjalanan menuju Palembang, tersangka berhenti dan membuang jasad korban di semak-semak dekat kebun pisang,” jelas Kapolres Bangka Barat.

Korban Hilang, Keluarga Curiga

Kasus ini terungkap setelah keluarga melaporkan kehilangan Jamal Abdul Naser.

Pada Rabu (19/6/2024), anak korban datang ke rumah di Kampung Senang, Mentok, dan mendapati rumah dalam keadaan kosong serta mobil Toyota Calya tidak ada di tempat.

“Ia berusaha menghubungi ayahnya, namun tidak mendapat jawaban,” kata AKBP Pradana.

Keluarga kemudian mendapat informasi bahwa mobil korban terlihat menyeberang ke Palembang.

Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah korban tidak kunjung kembali dan akhirnya ditemukan meninggal dunia dua hari kemudian.

Penangkapan Lidia Setelah Satu Tahun Buron

bangka, Bangka Barat, pembunuhan di bangka barat, pelaku buron, Polres Bangka Barat, Kasus pembunuhan Jamal Abdul Naser di Mentok, pembunuhan Jamal Abdul Naser, pembunuhan di Mentok, pembunuhan berencana Bangka barat, kasus perampokan disertai pembunuhan, Setahun Misteri Kematian Jamal Abdul Naser, Terungkap Pembunuhnya Masih Rekannya Sendiri, Awal Penemuan Jasad di Semak Belukar, Identitas dan Motif Pelaku Terungkap, Kronologi Pembunuhan Sadis di Kontrakan Sungai Daeng, Korban Hilang, Keluarga Curiga, Penangkapan Lidia Setelah Satu Tahun Buron, Motif: Ingin Kuasai Harta Korban, Suasana Haru Saat Konferensi Pers, Dua Pelaku Masih Buron

Ilustrasi Hilang. Setelah satu tahun menyimpan misteri, kasus pembunuhan sadis terhadap Jamal Abdul Naser (65), warga Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, akhirnya terungkap.

Setelah satu tahun penyelidikan, tim gabungan Sat Reskrim Polres Bangka Barat, Sat Intelkam, dan Polsek Mentok akhirnya berhasil menangkap Lidia.

Ia diamankan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Macan Lindungan, Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, pada Rabu (15/10/2025).

“Tersangka wanita diamankan tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi, ia mengaku ikut serta dalam tindak pidana pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar AKBP Pradana.

Dalam pengakuannya, Lidia menyebut bahwa semua tindakan dilakukan atas perintah suaminya, Tri Martin, yang kini masih buron.

"Tidak tahu, aku hanya ikut suami. Kami di dusun saja, ikut orang tua, cari karet,” kata Lidia singkat kepada wartawan.

Motif: Ingin Kuasai Harta Korban

Menurut keterangan polisi, motif utama pembunuhan ini adalah perampokan yang direncanakan.

Ketiga pelaku baru mengenal korban sekitar sepuluh hari sebelum kejadian.

“Mereka ingin menguasai harta korban, termasuk mobil Toyota Calya milik korban. Tidak ada motif lain seperti asmara,” tegas Kapolres Bangka Barat.

Mobil korban sempat akan dijual di Musi Rawas Utara seharga Rp 20 juta, namun gagal.

Mobil itu kemudian disembunyikan di area perkebunan sawit.

Suasana Haru Saat Konferensi Pers

Dalam konferensi pers di Mapolres Bangka Barat, Jumat (17/10/2025), keluarga korban hadir dan tidak kuasa menahan tangis.

Salah satu anak korban, Elsi, menyampaikan harapan agar seluruh pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Kami menunggu satu tahun. Akhirnya satu pelaku bisa ditangkap. Kami berterima kasih kepada Polres dan Kapolres atas kerja kerasnya,” ujar Elsi dengan suara bergetar.

“Kami ingin pelaku yang masih buron segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya, bahkan hukuman mati,” lanjutnya.

Elsi mengenang hari terakhir bersama ayahnya, yang sempat berpamitan untuk salat Ashar sebelum dijemput pelaku.

Dua Pelaku Masih Buron

Sementara itu, dua pelaku lainnya, Tri Martin (TM) dan Sandra (SR), masih dalam pengejaran polisi.

Kapolres Bangka Barat meminta kerja sama seluruh pihak, termasuk aparat desa di Sumatera Selatan, untuk membantu mengungkap keberadaan mereka.

"Kami mengajak Pemerintah Desa Ilir Barat I dan masyarakat setempat untuk membantu memberikan informasi tentang dua DPO ini. Sinergi masyarakat sangat penting,” ujar AKBP Pradana.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus bergerak sampai seluruh pelaku tertangkap.

“Kami serius menegakkan hukum dan memastikan keadilan bagi korban. Kami optimistis dua DPO kasus pembunuhan Jamal Abdul Naser segera tertangkap,” tegasnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 340, 338, dan 365 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.

Mereka terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun.

“Tidak ada motif lain. Ini murni pembunuhan berencana disertai perampokan,” kata Kapolres menegaskan.

Setahun lebih keluarga Jamal Abdul Naser menanti kabar keadilan. Kini, satu pelaku telah ditangkap, namun dua lainnya masih bebas.

Keluarga berharap polisi segera menuntaskan kasus ini agar arwah Jamal dapat tenang dan keadilan benar-benar ditegakkan.

“Kami hanya ingin keadilan untuk ayah kami. Semoga semua pelaku segera tertangkap,” ujar Elsi.

Sebagian Artikel Tayang di Kompas.com dengan Judul Kasus dan BangkaPos.com dengan judul Bapaknya Dibunuh dengan Kejam, Elsi Minta Pelaku Lidia CS Dihukum Seberat-Beratnya,

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.