Rizky Ridho dan Shafira Ika Ungkap Gaya Kepemimpinan di Timnas
Dua pemain Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Shafira Ika Putri, berbagi pengalaman tentang gaya kepemimpinan mereka di tim nasional Indonesia dalam sesi podcast bertajuk “Ruang Ganti Timnas”.
Acara ini menjadi salah satu bagian paling menarik dari Vidio Sports Festival 2025, yang digelar di Plaza Timur Senayan, Jakarta, pada Minggu (19/10/2025).
Podcast tersebut berlangsung di Berwarga Stage, panggung utama yang dipandu oleh Tio Utomo dan Mukti Entut.
Bek Timnas Indonesia Rizky Ridho tampil apik saat menghadapi Bahrain pada pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Selasa (25/3/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Rizky Ridho Ramadhani, Shafira Ika Putri, dan Coach Indra Sjafri, hadir sebagai narasumber utama.
Dalam suasana santai namun penuh makna, para host menggali pengalaman mereka soal kepemimpinan, dinamika di ruang ganti, hingga bagaimana menjaga keharmonisan tim di tengah tekanan kompetisi.
Perjalanan Kepemimpinan Rizky Ridho di Timnas
Rizky Ridho telah beberapa kali dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia di berbagai level tim nasional, mulai dari Timnas U23 di Piala Asia U23 2024, Timnas U22 di SEA Games Kamboja 2023, hingga beberapa kesempatan di Timnas senior.
Ia juga menjabat sebagai kapten Persija Jakarta, yang membuatnya terbiasa mengemban tanggung jawab besar baik di level klub maupun tim nasional.
Kapten Timnas Putri Indonesia, Shafira Ika Putri
Menjawab pertanyaan host mengenai pengalaman memimpin tim, Ridho menekankan pentingnya komunikasi dan rasa saling menghormati antar pemain.
“Sejauh ini sih belum ada (pemain yang sulit diatur), karena kita juga berusaha berkata yang baik untuk membuat versi terbaik mereka dan untuk kepentingan tim, bukan individu. Jadi semua mendengarkan,” ungkap Ridho.
Shafira Ika: Profesionalisme Jadi Kunci di Timnas Putri
Sementara itu, Shafira Ika Putri dikenal sebagai sosok pemimpin muda di Timnas Putri Indonesia.
Kepemimpinannya yang tenang namun tegas membuatnya dihormati oleh rekan setim.
Menjawab pertanyaan host mengenai perbedaan antara tim putra dan tim putri, Shafira mengungkapkan bahwa semangat profesionalisme menjadi kunci utama.
“Kalau di dalam lapangan kita profesional semua sama, tim cowok dan cewek. Kecuali kalau di luar lapangan mungkin kita treat-nya beda, gaya komunikasinya lebih lembut seperti cewek pada umumnya. Tapi kalau di dalam lapangan, kita fight juga kayak kebanyakan tim cowok,” ujar Shafira.
Ketika ditanya apakah ada pemain yang sulit diarahkan, Shafira menegaskan bahwa sejauh ini komunikasi di timnya berjalan dengan baik.
“Kalau sejauh ini timnas wanita belum pernah ada sih, karena kebanyakan sekarang diisi oleh regenerasi baru dan ada pemain naturalisasi juga. Menurut saya komunikasinya juga berjalan dengan baik dan belum ada halangan. Aman jadi sebenarnya,” tuturnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.