Cara Unik Henry Manampiring Atasi Burnout, Jadwalkan Waktu untuk Bengong
— Henry Manampiring punya pandangan unik dalam mengatasi burnout. Baginya, burnout adalah tanda penting dari tubuh dan pikiran bahwa seseorang perlu berhenti sejenak dan melakukan refleksi diri.
“Kata burnout itu sering diasosiasikan dengan hal yang buruk, tapi saya mencoba untuk menganggapnya sebagai sebuah sinyal balik dari badan dan pikiran kita,” kata Henry dalam acara A Day of Purity bersama BEAR BRAND dan Nicholas Saputra, di Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/10/2025).
Penulis ini menjelaskan, sinyal kelelahan yang muncul tidak selalu berarti ada sesuatu yang salah. Hal ini bisa menjadi bentuk komunikasi alami antara tubuh dan pikiran untuk mengingatkan agar seseorang kembali seimbang.
“Sinyal itu bukan hal yang negatif, tapi cara tubuh dan pikiran berkomunikasi kalau tugasnya sudah terlalu berat dan refleksikan ke diri sendiri,” ujarnya.
Henry Manampiring jadikan burnout momen refleksi diri
Penyebab burnout tidak selalu soal pekerjaan, tapi..
Menurut Henry, setiap kali merasa burnout, penting untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri, apa yang sebenarnya menyebabkan kelelahan itu?
Ia menyebut, penyebab burnout tidak selalu soal pekerjaan yang menumpuk, tapi bisa juga berasal dari hal-hal kecil yang luput disadari.
“Apakah burnout itu tanda diri saya kurang sehat, kurang tidur, atau karena saya bertemu orang yang tidak positif,” katanya.
Henry menilai refleksi ini menjadi langkah awal untuk memahami tubuh dengan lebih baik. Dengan menyadari sumber kelelahan, seseorang bisa menyesuaikan pola hidup dan kebiasaannya agar tidak terus terjebak dalam lingkaran stres.
Mengatasi burnout dengan bengong
Aktor Nicholas Saputra (Tengah) dan Penulis Henry Manampiring (Kanan) dalam acara A Day of Purity bersama BEAR BRAND yang digelar di Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/10/2025).
Yang menarik, laki-laki yang kerap disapa Om Piring ini punya cara unik dalam mengatasi burnout yaitu dengan menjadwalkan waktu khusus untuk bengong.
Ia menyebut aktivitas ini bukan sekadar berdiam diri tanpa tujuan, melainkan bentuk istirahat mental yang disadari.
“Lalu, coba praktikan rutinitas bengong yang benar-benar fokus tanpa memikirkan atau terikat dengan aktivitas lain atau pikiran lain,” katanya.
Henry menilai, bengong bukan berarti otak berhenti bekerja. Ia bahkan mengutip sebuah penelitian yang menjelaskan bahwa saat seseorang bengong, otak justru tetap aktif tapi berpindah mode kerja.
“Saya pernah membaca sebuah artikel penelitian yang menemukan bahwa pada bengong, otak tetap aktif tapi modenya switch dengan bekerja di area belakang tanpa kita sadari,” jelasnya.
Artinya, bengong memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari rangsangan berlebih yang sering datang dari pekerjaan, media sosial, atau interaksi sosial yang padat.
Henry Manampiring punya waktu khusus untuk bengong
Penulis Henry Manampiring dalam acara A Day of Purity bersama BEAR BRAND yang digelar di Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/10/2025).
Penulis buku Filosofi Teras ini mengaku, dirinya telah menjadikan bengong sebagai rutinitas pribadinya. Bahkan, ia menjadwalkan waktu khusus setiap minggu untuk bengong secara konsisten.
“Bengong itu buat mental lebih sehat dan pikiran lebih jernih. Saya selalu menjadwalkan satu jam di hari Minggu sebagai waktu khusus bengong demi menjaga mental saya,” terangnya.
Kebiasaan sederhana ini, lanjut Henry, membantunya menjaga keseimbangan antara produktivitas dan ketenangan batin.
Penulis berusia 42 tahun itu percaya, manusia modern sering kali lupa berhenti sejenak karena sibuk mengejar target dan sibuk dengan distraksi digital.
Melalui bengong, ia bisa kembali terhubung dengan dirinya sendiri dan mengatur ulang ritme pikiran agar lebih tenang.
Pandangan Henry Manampiring ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental tak harus dilakukan dengan cara yang rumit.
Sering kali, yang dibutuhkan hanyalah memberi ruang bagi diri untuk diam dan mendengarkan sinyal tubuh.
Melalui refleksi dan bengong, seseorang dapat mengenali batasnya, memahami kebutuhannya, dan memulihkan energi mental dengan lebih alami.
Bagi Henry, hal sederhana seperti itu justru menjadi kunci untuk bertahan dan tetap waras di tengah dunia yang serba cepat dan penuh tekanan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.