100 Tahun Bustanil Arifin, Ini Nilai-nilai Luhur yang Diajarkan

Bustanil Arifin.
Bustanil Arifin.

 Sekolah Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan, menyelenggarakan Peringatan 100 Tahun Bustanil Arifin pada Jumat, 10 Oktober 2025, sebagai bentuk penghormatan atas seratus tahun kelahiran Bapak H. Bustanil Arifin, S.H. — tokoh nasional yang berperan besar dalam bidang ekonomi dan pendidikan.

Acara yang digelar di kompleks sekolah Al-Izhar Pondok Labu ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Al-Izhar untuk meneladani perjalanan hidup dan dedikasi sang pendiri, yang dikenal sebagai sosok visioner dalam membangun lembaga pendidikan berakar pada nilai Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Beragam kegiatan digelar dalam peringatan ini, mulai dari penampilan seni dan budaya oleh siswa Al-Izhar, pemutaran video dokumenter perjalanan hidup Bustanil Arifin, prosesi pemotongan tumpeng, hingga Gallery Walk yang menampilkan arsip, foto, dan rekam jejak beliau dalam dunia pendidikan serta pelayanan publik.

Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh civitas Al-Izhar untuk meneguhkan kembali nilai-nilai yang diwariskan pendirinya: semangat belajar sepanjang hayat, kecintaan pada bangsa, dan dedikasi terhadap kemajuan pendidikan Indonesia.

Dalam sambutannya, Alwin Arifin, Ketua Badan Pembina Yayasan Anakku, mengungkapkan makna mendalam dari momentum satu abad kelahiran sang ayah.

“Peringatan 100 tahun ini merupakan kesempatan melakukan refleksi, sejauh mana kami sudah menjalankan bukan saja apa yang beliau pikirkan dan ucapkan tetapi lebih-lebih lagi, apa yang diteladankan,” ujar Alwin Arifin.

Sementara itu, Rezy Arifin, Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Bustanil Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga ajakan untuk meneruskan semangat pendiri sekolah.

“Bustanil Arifin bukan hanya pendiri sekolah, beliau adalah penanam nilai. Melalui peringatan satu abad ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa pendidikan sejati lahir dari kasih, integritas, dan komitmen untuk membangun manusia Indonesia yang utuh. Warisan beliau bukan hanya gedung dan lembaga, melainkan cara berpikir bahwa belajar adalah ibadah dan mencerdaskan bangsa adalah panggilan,” ujar Rezy Arifin.

Didirikan pada tahun 1987 oleh Bapak H. Bustanil Arifin, S.H. dan Ibu Hj. R.A. Suhardani B. Arifin, Al-Izhar Pondok Labu telah tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang berkomitmen membentuk generasi berkarakter, berilmu, dan berwawasan luas.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Yudi Latif, pakar aliansi kebangsaan, menyampaikan harapannya agar visi pendiri Al-Izhar terus hidup di tengah tantangan zaman.

“Al-Izhar diharapkan terus menjadi tempat persemaian insan unggul yang berakar pada religiusitas berakhlak mulia, berwawasan luas dalam ilmu pengetahuan, serta terampil dalam berbagai kecakapan hidup — ruang pembibitan ideal bagi lahirnya kader-kader pemimpin bangsa,” ujar Yudi Latif.

Adapun Lukman Hakim Saifuddin, mantan Menteri Agama Republik Indonesia, turut memberikan pesan reflektif kepada seluruh keluarga besar Al-Izhar Pondok Labu.

“Buat segenap Keluarga Besar Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta, mari tak putus mendidik generasi mendatang kita dengan tetap dan terus menjaga, merawat, dan mengembangkan kemanusiaan mereka, menjadi hamba-hamba-Nya yang taat melalui kemampuannya menebarkan kebermanfaatan dan kemaslahatan bagi diri dan sesama,” pesan Lukman Hakim Saifuddin.

Peringatan satu abad ini diharapkan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan Indonesia untuk terus menghidupkan semangat belajar, menguatkan nilai integritas, serta menjadikan pendidikan sebagai jalan pengabdian bagi kemajuan bangsa.