OVO Perluas Program Fintech Academy

OVO Fintech Academy
OVO Fintech Academy

Meski Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang mahir dalam penggunaan teknologi digital, pemahaman mereka terhadap produk dan risiko keuangan masih perlu diperkuat. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia sebesar 66,46 persen dan inklusi keuangan mencapai 80,51 persen, naik dari tahun sebelumnya.

Dalam konteks ini, berbagai pihak terus mendorong upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan muda. Salah satunya melalui inisiatif Fintech Academy yang diluncurkan oleh OVO (PT Visionet Internasional) sejak 2021.

Program ini berfokus pada penguatan edukasi dan inklusi keuangan digital melalui kolaborasi dengan berbagai universitas di Indonesia. Fintech Academy menggabungkan pendekatan teoritis dan praktis dengan melibatkan langsung praktisi industri dalam kegiatan perkuliahan.

“Fintech Academy dirancang sebagai upaya untuk ikut mendorong kapasitas akademik di area teknologi keuangan (fintech) di kalangan mahasiswa lewat kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku industri,” ujar Karaniya Dharmasaputra, Direktur Utama OVO.

Tahun ini, OVO memperluas jaringan akademik dengan menandatangani Nota Kesepahaman bersama Universitas Indonesia (UI) pada 29 Agustus 2025 dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Adhyaksa pada 6 Oktober 2025. Kegiatan tersebut mencakup kuliah umum, program magang, hingga diskusi panel bertema peluang inklusi dan tantangan kejahatan siber.

“Fintech Academy menjadi ruang kolaborasi yang relevan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia untuk mengasah wawasan sekaligus keterampilan di bidang keuangan digital,” kata Yulianti Abbas, Dekan FEB UI.

Sementara itu, Ketua STIH Adhyaksa Hasbullah menilai kerja sama tersebut membuka ruang bagi mahasiswa hukum untuk memahami aspek regulasi dan perlindungan konsumen di sektor keuangan digital. Ia menambahkan bahwa keterlibatan praktisi memberikan konteks nyata dalam memahami risiko dan pencegahan penipuan siber.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor industri keuangan digital juga mendapat dukungan dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia. “Kemitraan antara perguruan tinggi dan sektor industri keuangan digital merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi hukum dan digital di kalangan generasi muda,” ujarReda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.

Sejak diluncurkan, Fintech Academy telah diikuti oleh lebih dari 5.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UI, UGM, Universitas Trisakti, Atma Jaya, dan STIH Adhyaksa. OVO bersama mitranya menyatakan komitmen untuk terus memperluas program ini guna mendukung ekosistem keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.