Mengenal Fearful Avoidant Attachment, Saat Ingin Dekat tapi Takut Disakiti

attachment style adalah, disorganized attachment style, attachment styles, fearful avoidant adalah, fearful avoidant attachment theory, fearful avoidant attachment, disorganized attachment adalah, Mengenal Fearful Avoidant Attachment, Saat Ingin Dekat tapi Takut Disakiti, Lalu, apa itu fearful avoidant attachment?, Bagaimana fearful avoidant attachment terbentuk?, Ciri-ciri fearful avoidant attachment pada orang dewasa, Mengatasi fearful avoidant attachment

Pernahkah Anda merasa ingin dekat dengan seseorang, tetapi justru menarik diri saat hubungan mulai intens?

Atau, meskipun merasa cemas akan ditinggalkan, Anda malah menjauh ketika pasangan semakin dekat?

Perasaan ini dalam psikologi disebut berkaitan dengan fearful avoidant attachment, juga dikenal sebagai disorganized attachment.

Gaya keterikatan ini sering muncul dari pengalaman masa kecil yang tidak konsisten atau penuh ketegangan, di mana figur pengasuh sekaligus menjadi sumber kenyamanan dan ketakutan.

Berkaitan dengan attachment style

Fearful avoidant attachment merupakan salah satu dari empat bentuk attachment style.

Dalam siaran Radio Kesehatan Kemenkes RI, psikolog Medwin Wisnu Prabowo, M.Psi., Psikolog, CH, CHt, menjelaskan bahwa attachment style adalah cara seseorang membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain.

"Attachment style itu adalah gaya atau cara kita berinteraksi dengan orang lain," kata Medwin.

Lalu, apa itu fearful avoidant attachment?

Menurut Verywell Mind, fearful avoidant attachment ditandai dengan konflik batin yang kuat, keinginan untuk kedekatan emosional muncul bersamaan dengan ketakutan akan kedekatan itu sendiri.

Akibatnya, individu dengan gaya ini cenderung mengalami hubungan yang penuh gejolak dan kesulitan merasa aman secara emosional.

Bagaimana fearful avoidant attachment terbentuk?

Melansir dari Verywell Mind, gaya ini biasanya berkembang akibat interaksi dengan pengasuh yang tidak konsisten.

Misalnya, seorang anak bisa menerima kasih sayang dari pengasuh pada satu waktu, namun di waktu lain menghadapi kemarahan atau penolakan.

Pengalaman seperti ini menimbulkan kebingungan dan rasa tidak aman, yang kemudian terbawa hingga dewasa.

Selain pola pengasuhan, trauma, kehilangan orang tua, atau kekerasan emosional juga menjadi faktor penyebab.

Individu dengan fearful avoidant attachment belajar bahwa hubungan dekat bisa menimbulkan rasa sakit, sehingga mereka mengembangkan mekanisme menghindar untuk melindungi diri.

Ciri-ciri fearful avoidant attachment pada orang dewasa

Orang dewasa dengan gaya ini biasanya menunjukkan beberapa tanda, antara lain:

  • Ingin dekat, tapi sering menjauh ketika hubungan mulai serius.
  • Kesulitan mempercayai orang lain, bahkan pasangan dekat sekalipun.
  • Cemas berlebihan akan ditinggalkan atau disakiti.
  • Perubahan emosi yang cepat, misalnya tiba-tiba menarik diri tanpa alasan jelas.
  • Sulit mengungkapkan perasaan secara terbuka.

Fenomena ini dapat menimbulkan konflik dalam hubungan, membuat pasangan bingung, dan kadang memicu perpisahan.

Menurut Verywell Health, individu dengan fearful avoidant attachment sering merasa dicintai sekaligus takut ditolak, sehingga sulit menemukan keseimbangan emosional.

Mengatasi fearful avoidant attachment

Meskipun tantangannya besar, gaya keterikatan ini bisa diubah menjadi lebih aman. Langkah-langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengenali pola perilaku dan memahaminya, agar lebih sadar saat reaksi menghindar muncul.
  • Terapi atau konseling, misalnya terapi berbasis attachment atau CBT, untuk membantu mengelola kecemasan dan membangun kepercayaan.
  • Berlatih komunikasi yang jujur dan terbuka, termasuk menyampaikan kebutuhan dan batasan dalam hubungan.
  • Menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, baik dalam hubungan maupun kehidupan pribadi.

Dengan kesadaran dan dukungan yang tepat, individu dengan fearful avoidant attachment dapat membangun hubungan yang lebih stabil, sehat, dan memuaskan secara emosional.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.