Waka Komisi IX: Dulu Tunggu Angka Infeksi Covid, Sekarang Nungguin Keracunan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris di Kompleks Parlemen, Senayan
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris di Kompleks Parlemen, Senayan

 Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris menyinggung pandemi covid-19 saat rapat bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dan jajaran menteri lainnya di Gedung DPR RI, pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Ia mengatakan pemerintah di Indonesia dahulu sangat memperhatikan angka kenaikan kasus positif covid-19. Namun, kini pemerintah justru sangat mewanti-wanti angka kenaikan kasus keracunan di program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya hari-hari ini kok merasa seperti kembali ke zaman pandemi covid Pak. Kalau dulu itu kita melihat setiap hari nungguin angka angka yang bertambah setiap harinya terkena infeksi covid, Berapa banyak. Hari-hari ini setiap hari kita nungguin kejadian keracunan di mana lagi," kata Charles.

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Ia meminta agar BGN berkoordinasi dengan seluruh kementerian/lembaga terkait untuk memaksimalkan program MBG. Pasalnya, kerja sama yang baik dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG.

"Saya berharap itu kalau kerjasama tidak bisa dibangun dengan baik maka public trust terhadap program ini akan semakin turun," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjelaskan data orang yang mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkap sebanyak 6.517 orang alami keracunan sejak Januari 2025. Dadan menyebut keracunan terbanyak terjadi di Pulau Jawa sebanyak 45 kasus.

Hal tersebut diungkap Dadan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 1 Oktober 2025

Dalam paparannya, ia membagi tiga wilayah pemantauan MBG, yakni wilayah 1 di Pulau Sumatera, wilayah II Pulau Jawa dan wilayah III untuk Indonesia bagian timur.

"Sebaran kasus terjadinya gangguan pencernaan atau kasus di SPPG terlihat dari 6 Januari sampai 31 Juli itu tercatat ada kurang lebih 24 kasus kejadian. Sementara dari 1 Agustus sampai malam tadi itu ada 51 kasus kejadian," ujar Dadan.

Kepala BGN Dadan Hindayana meninjau siswa keracunan MBG di Bandung Barat

Kepala BGN Dadan Hindayana meninjau siswa keracunan MBG di Bandung Barat

Dadan menjelaskan bahwa data 6 ribu lebih orang itu didapat sejak Januari hingga September 2025.

"Kalau dilihat dari sebaran kasus, maka kita lihat bahwa di wilayah I itu tercatat ada yang mengalami gangguan pencernaan sejumlah 1.307, wilayah II ini sudah bertambah tidak lagi 4.147 ditambah dengan yang di Garut mungkin 60 orang, wilayah III ada 1.003 orang," katanya.