Daihatsu Hadapi Penurunan Penjualan, Tapi Ekspor Meningkat 32%
Penjualan mobil di Indonesia sepanjang 2025 tengah mengalami penurunan.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan Januari–Agustus 2025 hanya mencapai 522.000 unit, turun 10,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 584.000 unit.
Di tengah kondisi pasar domestik yang lesu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memilih memaksimalkan penjualan di pasar ekspor.
Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM, menjelaskan bahwa pangsa ekspor tahun ini meningkat menjadi 32 persen.
Sedangkan pasar domestik menurun menjadi 68 persen, dibandingkan 2024 yang masing-masing sebesar 26 persen dan 74 persen.
“Unit ekspor Daihatsu ke 60 negara naik delapan persen dibanding tahun lalu. Meski menghadapi tekanan kondisi makro-mikro, ekspor tetap berjalan lancar, sehingga produksi juga berjalan normal,” ujar Agung di Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2025).
Sepanjang Januari–Agustus 2025, total penjualan Daihatsu tercatat 244.000 unit, dengan kontribusi ekspor sekitar 77.000 unit atau setara 32 persen.
Daihatsu Gran Max AT
Angka ini memperkuat posisi Daihatsu sebagai salah satu penyumbang utama ekspor otomotif nasional, di samping Toyota yang baru saja mencatat rekor 3 juta unit ekspor secara kumulatif.
Model-model unggulan seperti Sigra, Xenia, dan Rocky mendominasi pasar domestik, sedangkan Gran Max dan Luxio menjadi tulang punggung ekspor.
Negara tujuan ekspor utama adalah Filipina, Peru, Meksiko, dan Jepang, yang menyumbang sekitar 60 persen total ekspor ADM.
Strategi ini membuat ADM tetap bisa menjaga penjualan secara keseluruhan di tengah tekanan pasar domestik, sekaligus memperkuat posisi Daihatsu di kancah otomotif global.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.